• Stories

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    “Aku paham,” ucapnya singkat sembari mengembangkan sedikit senyum kepadaku yang sedari tadi dilanda kebingungan. Banyak hal yang ingin kuutarakan, namun ada banyak hal pula yang menghalangiku untuk berkata demikian. “Aku meninggalkan keluargaku, teman-temanku, negaraku, bukan karena aku tidak sayang mereka, tapi sebagai bekalku menjadi prbadi yang lebih tangguh lagi,” jelasnya yang kubalas dengan anggukan kecil tanda setuju. Karena memang tidak ada yang perlu diragukan lagi tentang validitas jawabannya. Ia adalah anak dari keluarga (setidaknya) berkecukupan, pintar, dan lahir dari sebuah negara yang terkenal aman dan damai. Tidak ada huru-hara yang berarti, itu artinya tidak ada yang perlu ditakutkan untuk melanjutkan hidupnya di negara tempat ia belajar merangkak itu. “Semuanya baik-baik…

  • Stories

    Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

    Obrolan kita mengalir layaknya dua teman akrab yang sudah lama saling mengenal. Padahal, ini baru kali kedua kita bertemu setelah pertemuan pertama yang tidak disengaja itu. Beruntung, dia adalah sosok yang hangat, banyak cerita, gagasan dan ide menarik yang keluar dari mulutnya. Tak sekadar bergelar perempuan tangguh yang sudah mengelilingi setengah belahan bumi, sosoknya juga menjadi yang terdepan dalam berbagai isu terkait kehidupan antarmanusia. “Bagaimana Indonesia?” tanyanya singkat, sambil memecah keheningan dan kekagumanku akan perjuangannya dalam mengentaskan isu-isu terkait diskriminasi dan perundungan yang baru saja diceritakannya. Butuh waktu beberapa saat untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ingin sekali rasanya berbicara mengenai betapa indahnya pemandangan dari gugusan pulau di Raja Ampat Papua,…

  • Stories

    Tidak Lulus SNMPTN Bukan Akhir

    Pengumuman SNMPTN hari ini diumumkan serentak di Indonesia. Gue yakin banyak yang gugup menanti apakah namanya masuk dalam daftar yang diterima atau tidak. Sebab gue juga mengalami hal yang sama lima tahun lalu. Perasaan harap cemas agar bisa lulus masuk perguruan tinggi negeri tanpa harus berjuang keras untuk SBMPTN. Namun, kenyataan berkata lain, gue tidak lulus SNMPTN. Wajar sih, SMA gue bukan sekolah favorit, apalagi kalau dijajarkan dengan sekolah lain di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Still, gue masih ngebet daftar Fakultas Kedokteran favorit di Jawa. Hehe. Baca juga: Arsitektur VS Fakultas Kedokteran Saat hari pengumuman, gue bersikeras untuk tidak membuka website langsung. Tapi menunggu hingga keesokan harinya, sambil berharap hasilnya…

  • Stories

    Membaca Mimpi dari Ujung Benua Eropa

    Sudah teramat sering gue berbicara soal mimpi. Cerita tentang kegagalan, penolakan, malu, keluh kesah, hingga keberhasilan sudah pernah gue tuliskan sebagai memori. Tentu tidak semuanya, tapi sebagian besar pengalaman gue bergulat dengan mimpi telah dibagikan di blog ini. Harapannya, agar kelak cerita manis sebuah pencapaian tidak hanya sebatas foto bahagia yang terpampang di Instagram atau Facebook saja. Melainkan ada perjuangan keras yang dibalut tetes keringat di balik pencapaian tersebut. Perjalanan dari kampus menuju apartemen kali ini terasa lama. Selain karena cuaca Kota Porto memang sedang tidak bersahabat, rupanya ingatan akan memori di masa lampau cukup membuat langkah kaki ini melambat. Tidak henti-henti gue mengucap syukur bagaimana skenario Tuhan membawa gue…

  • Stories

    Sosok Perempuan di Hari Ibu

    Hembusan udara dingin Kota Porto masih belum begitu akrab, tidak hanya bagi tubuh yang sudah terbiasa dengan panasnya Kota Surabaya, tapi juga bagi memori. Berbeda dengan hujan yang menjadi saksi bisu ketidaksepakatan saya akan keputusan seorang Ibu. Sepuluh tahun yang lalu, saya masih ingat betul bagaimana berkecambuknya perasaan saya ketika menyadari perempuan yang telah melahirkan saya ‘mendepak’ saya keluar dari rumah. Tepatnya satu hari setelah hari kelulusan Sekolah Dasar. Seorang bocah yang masih belum paham betul keputusan gila apa yang dilakukan Ibu meratapi nasibnya. Tapi saya paham, kondisi keluarga memaksa ibu melakukan hal tersebut. Sudah cukup saya melihat seorang Ibu yang pergi pagi dan pulang larut malam dengan menenteng dua…