Di Bawah Langit Biru

Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Opini,  Stories

    Hasil Perkalian Kosong

    July 15, 2025 /

    Ada banyak hal yang gue coba improve dibandingkan tahun kemarin. Salah satu yang sedang gue upayakan adalah membangun budaya membaca buku. Jika selama dua belas bulan di tahun lalu gue cuman bisa menamatkan dua buku, hingga awal bulan ketujuh tahun ini, surprisingly, gue sudah bisa menyelesaikan tujuh buku. Ada satu bab di satu buku berjudul The Great Mental Model: System & Mathematics karya Shane Parrish yang menarik perhatian gue di mana si penulis membahas mengenai sebuah model perkalian dengan nol. Gue berani bertaruh banyak dari kita pun pasti tahu kalau sesuatu yang dikalikan dengan nol, seberapa besar pun nilai variabelnya, maka ia akan menghasilkan nol pula. Model ini kemudian coba…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Membangun Citra Positif Indonesia

    June 5, 2018

    Tidak Ada Masalah yang Terlalu Besar

    July 7, 2019

    Menebas Problematika Perbatasan

    July 5, 2015
  • Opini

    Belajar Cara Belajar dari JKT48

    April 28, 2025 /

    Sejak duduk di bangku perkuliahan, saya sering kali menjadikan JKT48 sebagai kiblat menjalani kehidupan. To be frank, saya bukan fans fanatik. Partisipasi saya tidak lebih sebagai pendengar produk musik mereka secara Online dan sesekali menonton konser offlline kalau waktunya sedang memungkinan. Kendati demikian, banyak yang beranggapan, kesukaan saya sama idol group ini dikarenakan member-nya yang cantik-cantik. Padahal kenyataannya, bukan itu. Lalu ada juga yang berasumsi mungkin karena lagu-lagu JKT48 yang kebanyakan berisikan pesan yang menginspirasi? Ada benarnya, tapi tidak seratus persen dikarenakan alasan ini. Suatu ketika saya diamanahi menjadi pemimpin sebuah organisasi tingkat universitas, saya merasa mau tidak mau, saya harus setingkat lebih baik dalam hal apapun dibandingkan dengan mahasiswa…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Menimbang Kebijakan Work From Home dari Kacamata Perantau

    May 16, 2021

    A Bad Decision-maker and His Inconsistency

    July 18, 2018

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019
  • Opini,  Stories

    Ways to be Heard and Seen

    May 1, 2024 /

    Saya pernah percaya bahwa menulis adalah cara yang paling baik untuk mengembangkan diri. Sebab, menulis membutuhkan proses berpikir yang logis, terstruktur, dan kritis, khususnya bagi mereka yang merasa kemampuan lisan mereka tidak begitu baik. Terlahir sebagai seorang pemalu, tidak banyak bicara, dan kecerdasan yang biasa-biasa saja membuat hidup saya tidak mulus dalam perjalanannya. Jika ditanya hal apa yang paling saya sesali dari kekurangan saya tadi, jawabannya adalah mengenai tidak dinaikkannya saya ke kelas 2 saat masih di bangku Sekolah Dasar. Ketidakmampuan saya membaca dan menulis disinyalir adalah biang keladinya. Beberapa tahun berlalu, saya berubah, dan versi terbaik yang bisa saya berikan adalah dengan belajar lebih giat. Di kelas 3, saya…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019

    Menimbang Kebijakan Work From Home dari Kacamata Perantau

    May 16, 2021

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019
  • Opini,  Stories

    A Story of A Cup of Coffee, Biased Memory, and Logical Fallacy

    April 22, 2024 /

    Udara dingin dan gerimis yang sesekali turun tidak menghalangi saya dan beberapa teman lainnya untuk keluar dari V-Huset. Misi ini adalah untuk mendapatkan segelas kopi hangat dari vending machine yang tersedia di A-Huset, gedung sekolah Arsitektur yang lokasinya hanya terpisah oleh jalan setapak setelah V-Huset. Tidak butuh waktu lama, kedua tangan setengah beku saya sudah memegang papercup mungil yang terisi 3/4 kopi hangat di dalamnya. Walau tak bertahan lama, kehangatan sederhana ini masih saya nikmati sepenuhnya. Kebetulan, hari itu suhu masih belum bersahabat dengan musim semi yang seharusnya bisa lebih hangat. Setidaknya, bagi manusia beriklim tropis seperti saya, lima derajat celcius masih belum cukup layak disebut sebagai musim semi. “Bagaimana…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022

    Terdikte Bahwa Hidup Harus Produktif

    November 9, 2017

    Belajar Banyak Hal dari JKT48

    May 9, 2018
  • Fenomena,  Opini,  Ulasan

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022 /

    Beberapa teman terkecoh saat pertama kali membaca judul artikel sebelumnya (Baca juga: Life is Annoyingly Unfair). Kegelisahan serta keresahan atas artikel sebelumnya sejujurnya bukan mengenai kehidupan pribadi saya, bukan, melainkan keluh kesah saya atas sistem tata kota dan transportasi di Jakarta. Artikel khusus mengenai perjuangan saya dengan buah kegagalan yang mungkin dimaksud teman-teman (mungkin) akan saya bahas di artikel terpisah, Insyaallah. Sebagai perantau di Jakarta, mengandalkan hidup 100% terhadap transportasi publik tidaklah tepat. Ketersediaan hunian yang terjangkau jaringan transportasi publik masih terbatas jumlahnya. Bahkan, kalaupun ada, tarifnya dapat dipastikan menengah ke atas, tepatnya di rentang 1,5-2,5 juta per bulannya. Minus lainnya, biasanya tak jauh dari lingkungan yang tidak kondusif, hingga…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019
    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015
 Older Posts

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.