Di Bawah Langit Biru

Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Opini,  Stories

    Ways to be Heard and Seen

    May 1, 2024 /

    Saya pernah percaya bahwa menulis adalah cara yang paling baik untuk mengembangkan diri. Sebab, menulis membutuhkan proses berpikir yang logis, terstruktur, dan kritis, khususnya bagi mereka yang merasa kemampuan lisan mereka tidak begitu baik. Terlahir sebagai seorang pemalu, tidak banyak bicara, dan kecerdasan yang biasa-biasa saja membuat hidup saya tidak mulus dalam perjalanannya. Jika ditanya hal apa yang paling saya sesali dari kekurangan saya tadi, jawabannya adalah mengenai tidak dinaikkannya saya ke kelas 2 saat masih di bangku Sekolah Dasar. Ketidakmampuan saya membaca dan menulis disinyalir adalah biang keladinya. Beberapa tahun berlalu, saya berubah, dan versi terbaik yang bisa saya berikan adalah dengan belajar lebih giat. Di kelas 3, saya…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Menimbang Kebijakan Work From Home dari Kacamata Perantau

    May 16, 2021

    Ujian Nasional di Mataku | Bocoran Soal UN SMP

    February 21, 2010

    Kehidupan Jalanan Kota Surabaya

    October 5, 2018
  • Opini,  Stories

    A Story of A Cup of Coffee, Biased Memory, and Logical Fallacy

    April 22, 2024 /

    Udara dingin dan gerimis yang sesekali turun tidak menghalangi saya dan beberapa teman lainnya untuk keluar dari V-Huset. Misi ini adalah untuk mendapatkan segelas kopi hangat dari vending machine yang tersedia di A-Huset, gedung sekolah Arsitektur yang lokasinya hanya terpisah oleh jalan setapak setelah V-Huset. Tidak butuh waktu lama, kedua tangan setengah beku saya sudah memegang papercup mungil yang terisi 3/4 kopi hangat di dalamnya. Walau tak bertahan lama, kehangatan sederhana ini masih saya nikmati sepenuhnya. Kebetulan, hari itu suhu masih belum bersahabat dengan musim semi yang seharusnya bisa lebih hangat. Setidaknya, bagi manusia beriklim tropis seperti saya, lima derajat celcius masih belum cukup layak disebut sebagai musim semi. “Bagaimana…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019

    Terdikte Bahwa Hidup Harus Produktif

    November 9, 2017
  • Stories

    The Thing That Annoys Me Most in Sweden

    April 17, 2024 /

    Sejak pertama kali menginjakan kaki di Swedia, hal tidak mengenakan ini sudah berdampak ke saya. Awalnya, saya acuhkan saja, hingga beberapa waktu belakangan, rasanya kok semakin menjadi-jadi. Berdasarkan beberapa riset yang saya baca, Swedia adalah salah satu negara paling aman di dunia. Tapi kali ini saya tidak setuju. Utamanya untuk aspek yang beberapa bulan ke belakang cukup mengganggu jesegaruan saya. Sebab, gara-gara hal tidak mengenakan ini, beberapa aktivitas jadi terganggu. Hal yang paling berdampak menurut saya adalah hilangnya fokus. Padahal, fokus bagi seorang mahasiswa seperti saya adalah segalanya. Tanpa fokus, saya tidak akan bisa belajar, tanpa belajar saya tidak akan bisa lulus, dan efek domino lainnya. Semua bermula ketika saya…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 2 Comments

    You May Also Like

    Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

    May 12, 2018

    Trip Dadakan Zurich-Ilmenau Budget Mahasiswa

    October 4, 2019

    Berani Bermimpi Kan?

    June 16, 2017
  • Stories,  Tutorial,  Ulasan

    Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri

    January 31, 2024 /

    Suara alarm tiba-tiba menyeruak di pagi buta, setidaknya bagi saya yang masih belum terbiasa dengan kehidupan musim dingin di sini. Rasanya, ingin sekali bersembunyi di bawah selimut dan kembali tidur. Tapi realitanya, saya harus bergegas bersiap karena ada jadwal kuliah pagi yang teramat pagi yakni pukul 08.00 waktu setempat. Dengan setengah sadar, saya membuka gorden yang menutupi jendela kamar. Benar saja, di luar masih gelap dan tidak ada penanda kalau matahari akan segera terbit. Hal baiknya, ternyata saat itu salju sedang turun dan menyulap semuanya menjadi putih. Satu tahun yang lalu, November 2022 Dahulu, situasinya kontras berbeda. Saya ingat betul bagaimana saya sering mengeluh betapa dahsyatnya matahari di ibukota Jakarta.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 1 Comment

    You May Also Like

    Blogku Ganti Template Baru Lagi Lho!

    June 6, 2009

    Tiga Hari Menyusuri Sudut Kota Munich

    October 11, 2019

    Kalau Gagal Jadi Mahasiwa, Lantas Harus Ngapain?

    June 28, 2016
  • Stories

    Uraian Fragmen Kenangan dan Rekam Jejak Kepergian Yang Kesekian

    December 30, 2023 /

    Udara dingin itu seketika menyeruak, menusuk kulit seperti ribuan jarum kecil yang merayapi setiap inci tubuh. Sebab, kurang dari satu menit yang lalu, kehangatan suhu ruangan masih dominan menyelimuti. Kaos distro Bandung pemberian seorang teman ini seolah-olah tak berdaya menggelayuti tubuh dan yang tertinggal hanya kenangannya saja. Di sebelah saya, perempuan yang baru saja, 12 jam sebelumnya, adalah sosok asing yang mengisi keheningan ruangan, kini telah berubah menjadi sosok yang ramah. Hingga sekarang pun senyumnya masih terekam jelas di ingatan saya. Ia mengenakan hoodie rapi dan syal melilit lehernya dengan rapat. Hoodie yang ia kenakan seolah menjadi perisai dari serangan udara dingin yang merayap perlahan. Saya tidak benar-benar tahu, apakah…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

    September 14, 2017

    Budaya Partisipatif dan Indonesia Tanpa Pesimisme

    January 2, 2019

    Review GoMassage Pertama Yang Lebih Dari Sekadar Pijatan

    October 30, 2019
 Older Posts
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.