Di Bawah Langit Biru

Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Stories

    Uraian Fragmen Kenangan dan Rekam Jejak Kepergian Yang Kesekian

    December 30, 2023 /

    Udara dingin itu seketika menyeruak, menusuk kulit seperti ribuan jarum kecil yang merayapi setiap inci tubuh. Sebab, kurang dari satu menit yang lalu, kehangatan suhu ruangan masih dominan menyelimuti. Kaos distro Bandung pemberian seorang teman ini seolah-olah tak berdaya menggelayuti tubuh dan yang tertinggal hanya kenangannya saja. Di sebelah saya, perempuan yang baru saja, 12 jam sebelumnya, adalah sosok asing yang mengisi keheningan ruangan, kini telah berubah menjadi sosok yang ramah. Hingga sekarang pun senyumnya masih terekam jelas di ingatan saya. Ia mengenakan hoodie rapi dan syal melilit lehernya dengan rapat. Hoodie yang ia kenakan seolah menjadi perisai dari serangan udara dingin yang merayap perlahan. Saya tidak benar-benar tahu, apakah…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Pengalaman Mencari Bantuan Dana Kegiatan Luar Negeri Mahasiswa

    July 30, 2017

    The Importance of Javanese

    August 6, 2014

    Hapeku dan Try Out Ke-6 ku

    March 8, 2010
  • Fenomena,  Opini,  Ulasan

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022 /

    Beberapa teman terkecoh saat pertama kali membaca judul artikel sebelumnya (Baca juga: Life is Annoyingly Unfair). Kegelisahan serta keresahan atas artikel sebelumnya sejujurnya bukan mengenai kehidupan pribadi saya, bukan, melainkan keluh kesah saya atas sistem tata kota dan transportasi di Jakarta. Artikel khusus mengenai perjuangan saya dengan buah kegagalan yang mungkin dimaksud teman-teman (mungkin) akan saya bahas di artikel terpisah, Insyaallah. Sebagai perantau di Jakarta, mengandalkan hidup 100% terhadap transportasi publik tidaklah tepat. Ketersediaan hunian yang terjangkau jaringan transportasi publik masih terbatas jumlahnya. Bahkan, kalaupun ada, tarifnya dapat dipastikan menengah ke atas, tepatnya di rentang 1,5-2,5 juta per bulannya. Minus lainnya, biasanya tak jauh dari lingkungan yang tidak kondusif, hingga…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019
  • Opini,  Stories

    Life is Annoyingly Unfair

    July 17, 2022 /

    Menginjak tiga tahun saya bekerja dan tinggal di Jakarta, ada banyak hal baik dan buruk yang pernah saya amati. Banyak yang bilang Jakarta adalah kota yang keras, tapi di sisi lain, ada pula yang menyanjung hebatnya Jakarta dalam hal tata kota serta perputaran ekonominya. Ketika masih duduk di bangku perkuliahan, cita-cita saya kala itu hanya ada dua: 1) Bisa bekerja di Jakarta atau 2) Bisa kuliah atau bekerja di luar negeri. Beberapa kali melakukan kunjungan dari Surabaya ke Jakarta, menjadikan Jakarta punya sisi menarik tersendiri bagi saya. Namun, itu sebelum saya mengenal sisi lainnya dari kota ini. Pasca lulus sarjana, rupanya, memang sudah takdir saya berlabuh dan mengadu nasib di…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 1 Comment

    You May Also Like

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019
  • Stories,  Ulasan

    Pengalaman Isolasi COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

    March 3, 2022 /

    Tujuh bulan yang lalu, halaman blog ini pernah diisi cerita tentang bagaimana saya melewati masa-masa ketika terinfeksi virus COVID-19 untuk pertama kali. Kejadiannya persis di bulan kelahiran saya. Sampai sesekali saya merasa menjadi orang paling tidak beruntung yang pernah ada. Selain tentang kesendirian, momen ‘pertama’ ini juga cukup membingungkan semua orang tentang bagaimana caranya bertindak dan bersikap, tak terkecuali saya. Saat ini, seolah dejavu, saya masih terbaring di kasur dengan masih berstatus positif covid-19. Bedanya, kali ini ruangannya lebih luas, lebih terang, dan lebih tertata rapi. Bayangkan saja, tahun lalu, kosan sempit yang saya jadikan tempat isolasi mandiri tidak jauh bedanya dari sebuah kamar usang tak berpenghuni. Ia tanpa suara,…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Tidak Lulus SNMPTN Bukan Akhir

    April 17, 2018

    A Story of A Cup of Coffee, Biased Memory, and Logical Fallacy

    April 22, 2024

    Ketika Bandung dan Ciater Memanggil

    June 15, 2016
  • Stories

    Kehilangan Senyum

    January 28, 2022 /

    Sudah terlampau lama rasanya saya sudah tidak bisa merasakan aroma kamar yang hangat. Wewangian levender yang saban malamnya saya gunakan bersama, tidak lagi menyemburkan wangi yang diharapkan. Pun, kamar yang tadinya sempit rasa-rasanya meluas berkali-kali lipat. Tidak ada lagi alasan untuk tetap tersenyum. Tidak ada lagi yang bisa dijadikan tempat bercerita kecuali langit-langit putih yang diam tanpa mampu bereaksi apapun terhadap kesedihan saya. Kenangan sekecil apapun, rasanya enggan untuk beranjak dari tempat ini, seolah semuanya sudah terpatri abadi. Padahal, pada kenyataannya, tidak ada yang akan bisa abadi, semuanya bisa saja meninggalkan pergi dengan atau tanpa jejak, dan dengan atau tanpa salam sekalipun. Kelemahan saya adalah kesulitan melupakan. Sudah beberapa bulan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 4 Comments

    You May Also Like

    Perjuangan Ke Eropa Gratis Lewat ISWI 2019

    October 1, 2019

    Kampung Halaman dan Kesederhanaan

    July 13, 2015

    Our Journey To Jakarta

    July 1, 2010
 Older Posts
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture & fire engineering graduate and currently working in England, United Kingdom. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tanjung Tiket Transportasi Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Tidak Ada Yang Berubah Dari Langit Malam Ini
  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.