Di Bawah Langit Biru

Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Opini,  Stories

    Terdikte Bahwa Hidup Harus Produktif

    November 9, 2017 /

    Gue sebenernya bingung mau dibawa ke mana hubungan blog ini. Postingan terakhir malah ga jelas, galau-galau gak karuan. Bahan buat bisnis engga, diary berfaedah juga engga, travel blog apalagi, boro-boro nulis cerita perjalanan, nulis curahan hati aja gak becus. Huhu sedih men. :’) Maksud hati dengan pindahnya gue ke Porto, gue bisa semakin produktif dalam segala hal, tapi faktanya salah besaar. Yah, namanya manusia hanya bisa berencana, Tuhan menentukan. *Plak* Haha. Pinter banget ngelesnya wi Semakin kesini, ketidakproduktif-an gue itu ternyata beneran menjadi-jadi. Sosok gue yang satu, sebut saja si baik, selalu mewanti-wanti buat gausah nulis dulu karena tugas belum kesentuh sama sekali. Tapi sosok satunya lagi, ehm si jahat,…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 6 Comments

    You May Also Like

    Ways to be Heard and Seen

    May 1, 2024

    Belajar Banyak Hal dari JKT48

    May 9, 2018

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019
  • Ocehan

    Apa Kabar Nalar dan Naluri

    November 7, 2017 /

    Semakin hari rasanya Porto semakin dingin saja. Tak perlu lagi menunggu pukul delapan malam untuk matahari kembali ke peraduannya. Karena matahari yang selalu dirindukanini harus pulang lebih cepat dari biasanya. Setidaknya lebih cepat ketimbang saat pertama kali jejak kaki menghias jalan setapak kota porto. Pekat malam kota kecil ini pun rasanya tak begitu istimewa, setidaknya bagi seorang insan yang hanya mampu berlindung di balik sebuah selimut tebal. Bersandar di tembok putih dengan menatap sebuah gorden hitam putih berpola. Tatapannya pun kosong, tak ada kemeriahan, aroma kebahagiaan ataupun alunan musik. Cukup sepi, hanya ada suara deru mobil berlalu-lalang. Saya tak benar-benar sendiri. Walau tak beraga, setidaknya ada dua insan yang berbeda…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Drama Kenaikan Tarif & Penghapusan Bagasi Gratis Maskapai Bertarif Rendah

    January 13, 2019

    Things I Wish I Knew Earlier – Part 1

    August 19, 2020

    Ngomongin Visi, Target dan Keluh Kesah Mahasiswa

    August 7, 2015
  • Stories

    Katanya Lebih Enak Kuliah di Luar Negeri

    November 4, 2017 /

    Ketika masih di bangku sekolah menengah, gue ngerasa sekolah adalah sebuah hobi. Tidak ada paksaan untuk belajar, melainkan sebuah kesenangan pribadi. Persis seperti yang dibilang Maudi Ayunda, sosok cantik dan menginspirasi semua orang. Terlebih dengan belajar, gue bisa jadi yang terbaik di kelas. Klimaksnya bukan tentang predikat, tapi materil berupa beasiswa yang lebih gue incar.  Sebab dengan sekolah, gue bisa punya kegiatan, teman, tujuan hidup, dan uang jajan. Lambat laun, gue ngerasa sekolah bukan lagi yang gue idamkan. Selepas tahun pertama perkuliahan, entah setan apa yang merasuki batin gue, gue ngerasa kalau cara gue belajar udah gak sesuai jalurnya. Seorang calon sarjana yang notabene merupakan sosok dengan capaian kompetensi akademik…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 6 Comments

    You May Also Like

    Perjalanan 7 Tahun Menjadi Blogger

    July 31, 2015

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019
    SMAN 1 TANJUNG TABALONG

    Lulus SMP, Mau Lanjut Kemana?

    June 12, 2010
  • Stories,  Tutorial

    Kuliah Gratis di Eropa dengan Beasiswa Erasmus

    October 12, 2017 /

    Novel terakhir yang berhasil gue baca sampai habis adalah “Penumpang Gelap” karya Alijullah Hasan Jusuf, seorang yang dulunya bukan siapa-siapa, tapi berhasil melanglang buana sampai ke benua eropa. Cerita nyata beliau ini berhasil dikemas dengan apik menjadi bacaan yang menarik untuk menggugah semangat para pengejar mimpi. Sama seperti halnya sewaktu dulu gue baru kenal dengan Ahmad Fuadi, sang penulis kondang yang sampai sekarang benar-benar menghipnotis gue untuk selalu membaca semua karyanya. Sama-sama perantau, namun berbeda jalan dan zona waktu. Manusia memang punya jalan hidup dan zona waktunya masing-masing bukan? Kendati masih berbicara seputaran mimpi, artikel gue sebelumnya di sini mungkin masih belum bisa menjawab beberapa pertanyaan temen-temen. Gimana sebenernya gue…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 11 Comments

    You May Also Like

    tips jalan jalan ke salzburg dari munich

    Cerita Day Trip Salzburg dan Si Perempuan Semampai

    January 11, 2020
    Pengalana Terinfeksi Covid-19

    The COVID-19 Story, the worst is yet to come

    July 26, 2021

    Berangkat Tanpa Tiket, Siapa Suruh Nekat!

    July 13, 2016
  • Ocehan

    Jejak Kaki Pertama di Benua Biru

    September 28, 2017 /

    Goresan merah di atas selembar kertas putih itu masih terpampang jelas. Gue masih ingat betul bagaimana semangatnya gue membuat seratus mimpi itu sebagai bukti bahwa kelak mimpi-mimpi itu akan tercoret habis. Pertanda bahwa gue berhasil menyelesaikan apa yang gue ingin dan akan lakukan. Gak melulu soal mimpi besar, gue juga masih berkutat dengan mimpi-mimpi kecil nan konyol -yang dimata orang lain- mungkin sama sekali tak berfaedah. Gak apa-apa, toh usaha untuk mencapai itu juga punya kita sendiri. Baca juga: Berani Bermimpi Kan? Kali ini, gue masih kembali memutar ingatan bahwasanya tiga tahun yang lalu gue juga punya mimpi besar lain. Kuliah di luar negeri adalah hal yang paling gue idamkan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 4 Comments

    You May Also Like

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019

    Mendambakan Dibahagiakan Kebahagian Yang Membahagiakan

    July 2, 2016

    Drama Kenaikan Tarif & Penghapusan Bagasi Gratis Maskapai Bertarif Rendah

    January 13, 2019
 Older Posts
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.