• Stories

    Kenalkan Indonesia sampai Portugal

    Sudah dua bulan lamanya saya tinggal di Porto, Portugal, sebuah kota kecil nan eksotis di sisi paling barat Benua Eropa. Hingga pada Rabu (20/11) lalu adalah pengalaman pertama kalinya saya menapakkan kaki di salah satu sekolah umum di sini. Sama halnya seperti sekolah negeri pada umumnya di Indonesia, Escola Secundária Carolina Michaëlis (Sekolah Menengah Pertama) ramai dengan anak-anak hingga remaja beragam usia. Namun ada pemandangan yang paling membedakan dengan sekolah di Indonesia di mana siswa-siswi di Portugal tidak memiliki seragam khusus layaknya di Indonesia. Semua tampak sederhana dengan pakaian masing-masing, sembari sesekali melemparkan senyum manis tatkala saya melewati gerbang sekolah. Seolah-olah mereka sedang menyaksikan pemandangan langka dengan kedatangan ‘bule’ dari…

  • Opini,  Stories

    Terdikte Bahwa Hidup Harus Produktif

    Gue sebenernya bingung mau dibawa ke mana hubungan blog ini. Postingan terakhir malah ga jelas, galau-galau gak karuan. Bahan buat bisnis engga, diary berfaedah juga engga, travel blog apalagi, boro-boro nulis cerita perjalanan, nulis curahan hati aja gak becus. Huhu sedih men. :’) Maksud hati dengan pindahnya gue ke Porto, gue bisa semakin produktif dalam segala hal, tapi faktanya salah besaar. Yah, namanya manusia hanya bisa berencana, Tuhan menentukan. *Plak* Haha. Pinter banget ngelesnya wi Semakin kesini, ketidakproduktif-an gue itu ternyata beneran menjadi-jadi. Sosok gue yang satu, sebut saja si baik, selalu mewanti-wanti buat gausah nulis dulu karena tugas belum kesentuh sama sekali. Tapi sosok satunya lagi, ehm si jahat,…

  • Ocehan

    Apa Kabar Nalar dan Naluri

    Semakin hari rasanya Porto semakin dingin saja. Tak perlu lagi menunggu pukul delapan malam untuk matahari kembali ke peraduannya. Karena matahari yang selalu dirindukanini harus pulang lebih cepat dari biasanya. Setidaknya lebih cepat ketimbang saat pertama kali jejak kaki menghias jalan setapak kota porto. Pekat malam kota kecil ini pun rasanya tak begitu istimewa, setidaknya bagi seorang insan yang hanya mampu berlindung di balik sebuah selimut tebal. Bersandar di tembok putih dengan menatap sebuah gorden hitam putih berpola. Tatapannya pun kosong, tak ada kemeriahan, aroma kebahagiaan ataupun alunan musik. Cukup sepi, hanya ada suara deru mobil berlalu-lalang. Saya tak benar-benar sendiri. Walau tak beraga, setidaknya ada dua insan yang berbeda…

  • Stories

    Katanya Lebih Enak Kuliah di Luar Negeri

    Ketika masih di bangku sekolah menengah, gue ngerasa sekolah adalah sebuah hobi. Tidak ada paksaan untuk belajar, melainkan sebuah kesenangan pribadi. Persis seperti yang dibilang Maudi Ayunda, sosok cantik dan menginspirasi semua orang. Terlebih dengan belajar, gue bisa jadi yang terbaik di kelas. Klimaksnya bukan tentang predikat, tapi materil berupa beasiswa yang lebih gue incar.  Sebab dengan sekolah, gue bisa punya kegiatan, teman, tujuan hidup, dan uang jajan. Lambat laun, gue ngerasa sekolah bukan lagi yang gue idamkan. Selepas tahun pertama perkuliahan, entah setan apa yang merasuki batin gue, gue ngerasa kalau cara gue belajar udah gak sesuai jalurnya. Seorang calon sarjana yang notabene merupakan sosok dengan capaian kompetensi akademik…

  • Stories,  Tutorial

    Kuliah Gratis di Eropa dengan Beasiswa Erasmus

    Novel terakhir yang berhasil gue baca sampai habis adalah “Penumpang Gelap” karya Alijullah Hasan Jusuf, seorang yang dulunya bukan siapa-siapa, tapi berhasil melanglang buana sampai ke benua eropa. Cerita nyata beliau ini berhasil dikemas dengan apik menjadi bacaan yang menarik untuk menggugah semangat para pengejar mimpi. Sama seperti halnya sewaktu dulu gue baru kenal dengan Ahmad Fuadi, sang penulis kondang yang sampai sekarang benar-benar menghipnotis gue untuk selalu membaca semua karyanya. Sama-sama perantau, namun berbeda jalan dan zona waktu. Manusia memang punya jalan hidup dan zona waktunya masing-masing bukan? Kendati masih berbicara seputaran mimpi, artikel gue sebelumnya di sini mungkin masih belum bisa menjawab beberapa pertanyaan temen-temen. Gimana sebenernya gue…