-
Kisah Kasih Libur Lebaran Sang Air Terjun, Seonggok Goa, dan Seupil Kali
Libur lebaran identik dengan jalan-jalan. Paling nggak itu yang lumrah di masyarakat Indonesia. Sampai biasanya bela-belain ambil cuti kerja biar libur lebarannya tambah lama. Di keluarga gue sendiri dari tahun ke tahun, momen kumpul komplit tujuh bersaudara ditambah pasukannya (anak-anak) hanya terjadi di hari lebaran pertama. Itu pun sering ga penuh satu hari. Kalau gak pagi hari (kalo nginep) trus pulang sorenya, atau nggak sebaliknya, paginya ga ada sorenya baru dateng. Begitulah terus. Maklum, punya anak banyak dan semuanya kerja sama orang ya begini risikonya. Baca Juga: Pesona LOKSADO, Tempat Liburan Menarik Anda! Kalau lebaran tahun lalu, keluarga gue, gak lengkap sih, punya waktu luang buat jalan-jalan ke luar kota.…
-
The Day, Edisi Spesial Lebaran dan Kelahiran
Orang-orang mengatakannya ini adalah hari kemenangan. Ia Ibaratnya puncak tertinggi dari sebuah proses pendekatan dan penyucian diri. Selama satu bulan penuh, umat muslim terus bergelut dengan rutinitas yang tak biasa. Sembari berharap pahala yang dijanjikan berlipat-lipat ganda banyaknya bisa didapat. Secara pribadi gue menganggapnya lebaran sebagai titik awal refleksi diri. Seekor ular yang ingin mengganti kulitnya maka ia harus berusaha keras selama berpuluh-puluh hari dengan cara tidak makan apapun. Bisa dibilang ia harus puasa untuk mendapatkan pribadi yang baru. Namun tetap dengan nama dan wajah yang sama. Begitulah manusia. Kita terlahir kembali setelah ramadhan. Demi satu tujuan, pribadi yang baru. Baca Juga: Tentang Hari Kelahiran Ga dipungkiri, gue bukanlah seorang muslim…
-
Momen Ramadhan Dibuang Sayang
Sejak menjadi bagian dari kampus perjuangan, ITS, gue pribadi merasa nyaman dengan segala regulasi yang ada. Mulai dari fasilitas pendukung perkuliahan, biaya kuliah yang merakyat, atmosfer kampus teknik yang kental, sampai pada penentuan kalender akademik. Yang ingin gue tekanin disini adalah perihal poin terakhir tersebut. Dimana mahasiswa gak harus bolak-balik dari kampung halaman ke kampus hanya untuk ujian karena terpotong libur ramadhan. Bersyukur, sebab banyak temen gue yang harus mendunda kepulangan H-3 idul fitri dan harus kembali lagi H+7 untuk ujian dan setelahnya baru libur beneran. Di ITS enak, karena ujian akhir semester (UAS) sudah berakhir total 27 mei lalu. Dan setelahnya libur sampai berbulan-bulan. Hehe, enak ya lama banget?…
-
Pengalaman Pertama Menggunakan Uber Surabaya
Cukup sering gue bahas tentang jenis transportasi kekinian di blog ini setelah kemarin ada Go-Jek, GrabTaxi, sampai sekarang yang lagi nge-trend di Surabaya yakni Uber. Cuman, untuk yang terakhir Uber sebelumnya memang belum setenar sekarang. Karena dulunya Uber hanya tersedia di Kota Jakarta dan sekitarnya saja. Sebenernya nama Uber ini sudah ga asing lagi, terlebih di luar negeri, Uber telah lama berkecimpung di zona transportasi online. Namun baru-baru ini mereka mulai merambah pasar Indonesia. Gue sempet nganggapnya Uber ini sama aja kayak taksi-taksi pada umumnya. Yang membedakan hanyalah system pemesanannya saja. Tapi setelah ditelisik, gue salah bung. Baca Juga: Pengalaman Ngerjain Gojek Uber ini merekrut mereka yang mempunyai mobil pribadi…
-
Kalau Gagal Jadi Mahasiwa, Lantas Harus Ngapain?
Hari ini, selasa 28 Juni 2016 menjadi hari yang menentukan nasib ratusan ribu pelajar SMA yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tepatnya sebanyak 721.314 siswa (data Harian Kompas) akan memperebutkan kursi PTN yang hanya berjumlah 98.296 buah di total 78 PTN di seluruh Indonesia. Persis seperti yang gue alamin dua tahun lalu. Ketika perjuangan belajar selama berbulan-bulan dipertaruhkan di satu hari saja. Berbeda layaknya di SMA yang kalau nilai ujiannya jelek masih bisa diremidi. SBMPTN adalah ujian seleksi, siapa yang lemah, dia akan kalah. Bersyukurlah bagi kalian yang kemarin sudah lulus masuk PTN lewat jalur SNMPTN. Sebab berjuang di jalur SBMPTN tidaklah gampang. Dimana mayoritas soal-soal di…













