Stories
-
Kehidupan Jalanan Kota Surabaya
Kamis (4/10), saya kembali menjajal bus kota Surabaya setelah terakhir kali awal tahun 2017 (kalau tidak salah). Tidak ada perubahan berarti, kernet bus masih saling berebut penumpang, para porter yang masih saja memaksa, dan calo-calo ‘tak kasat mata’ yang silih berganti menghampiri penumpang yang baru turun. Di dalam bus, kursinya sobek-sobek, AC mati, ngetemnya super lama dan tidak lupa hiburan ala pengamen jalanan dengan suara merdunya turut mengiringi waktu tunggu. Walau aslinya sedikit menghibur, hawa panas di dalam bus seolah tak mengizinkan penumpang untuk menikmati musiknya. Kaca jendela yang dibiarkan terbuka pun jadi tak ada artinya, lah tidak ada anginnya. Penjaja asongan pun masih dengan bebasnya berkeliaran. Para pencari nafkah…
-
A Bad Decision-maker and His Inconsistency
Hello mates. How is life going? My week is just so so. There’s nothing special as I imagined before going home. However, it’s pretty much easier at the moment to think about what step I will take. One year full of excitement had been dismissed. But don’t worry, I do have other plans waiting to be executed. Hehe. As any other human beings who live the life as it goes, I barely could say that my future is as bright as my plan. Nope. I do have plans, but don’t you know that I’m a bad decision-maker? I’m sort of weak when it comes to choose which T-shirt I shall…
-
Long-lasting Jet Lag After 25H Flight
The 25h long-haul flight I flew from Porto-Amsterdam-Kuala Lumpur-Jakarta-Banjarmasin was completely different compared to the one I took when leaving Indonesia. Not only because I, probably, already get used to it, but also the stories that I was carrying all the way to Indonesia by then. It felt like I was having my radio on while playing the setlist that I used to listen to. Beautiful melody from Portuguese group of TUNA, Umi-No Mieru Machi (one of Ghibli ost I listened to), some ballad songs from Fado (Portuguese group too), or other catchy latin songs that easily stick to my mind nowadays which made them familiar every time I went…
-
Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya
“Aku paham,” ucapnya singkat sembari mengembangkan sedikit senyum kepadaku yang sedari tadi dilanda kebingungan. Banyak hal yang ingin kuutarakan, namun ada banyak hal pula yang menghalangiku untuk berkata demikian. “Aku meninggalkan keluargaku, teman-temanku, negaraku, bukan karena aku tidak sayang mereka, tapi sebagai bekalku menjadi prbadi yang lebih tangguh lagi,” jelasnya yang kubalas dengan anggukan kecil tanda setuju. Karena memang tidak ada yang perlu diragukan lagi tentang validitas jawabannya. Ia adalah anak dari keluarga (setidaknya) berkecukupan, pintar, dan lahir dari sebuah negara yang terkenal aman dan damai. Tidak ada huru-hara yang berarti, itu artinya tidak ada yang perlu ditakutkan untuk melanjutkan hidupnya di negara tempat ia belajar merangkak itu. “Semuanya baik-baik…
-
Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Obrolan kita mengalir layaknya dua teman akrab yang sudah lama saling mengenal. Padahal, ini baru kali kedua kita bertemu setelah pertemuan pertama yang tidak disengaja itu. Beruntung, dia adalah sosok yang hangat, banyak cerita, gagasan dan ide menarik yang keluar dari mulutnya. Tak sekadar bergelar perempuan tangguh yang sudah mengelilingi setengah belahan bumi, sosoknya juga menjadi yang terdepan dalam berbagai isu terkait kehidupan antarmanusia. “Bagaimana Indonesia?” tanyanya singkat, sambil memecah keheningan dan kekagumanku akan perjuangannya dalam mengentaskan isu-isu terkait diskriminasi dan perundungan yang baru saja diceritakannya. Butuh waktu beberapa saat untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ingin sekali rasanya berbicara mengenai betapa indahnya pemandangan dari gugusan pulau di Raja Ampat Papua,…














