Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019 /

    Pada polling di Instagram yang lalu, saya mencoba menanyakan followers saya tentang alasan untuk tetap bertahan hidup. Dengan ketentuan, alasan menyoal agama tidak diperkenankan. Mengapa? Sederhananya bagaimana pun juga, kalau sudah menyoal kepercayaan sulit untuk didebat. Sebab tidak semua orang memiliki kepercayaan yang sama. Walau bisa saja selain agama Islam ada yang melarang perilaku ini. Ada beragam alasan yang masuk. Ada yang nyeleneh, ada pula yang menjawab dengan sangat serius. Nah, jawaban-jawaban yang masuk akan saya sortir berdasarkan kategori alasannya. 1. Kenikmatan dan Kebahagian Dunia “Kalau ga hidup gabisa merasakan nikmatnya Indomie” “Banyak makanan enak” “Pengen jalan-jalan dan menjelajah” “Mensyukuri diberi kehidupan” 2. Keluarga dan Orang Terkasih “Kasian sama keluarga”…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019

    Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

    July 11, 2016

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022
  • Stories

    Momen Ramadhan Dibuang Sayang

    July 5, 2016 /

    Sejak menjadi bagian dari kampus perjuangan, ITS, gue pribadi merasa nyaman dengan segala regulasi yang ada. Mulai dari fasilitas pendukung perkuliahan, biaya kuliah yang merakyat, atmosfer kampus teknik yang kental, sampai pada penentuan kalender akademik. Yang ingin gue tekanin disini adalah perihal poin terakhir tersebut. Dimana mahasiswa gak harus bolak-balik dari kampung halaman ke kampus hanya untuk ujian karena terpotong libur ramadhan. Bersyukur, sebab banyak temen gue yang harus mendunda kepulangan H-3 idul fitri dan harus kembali lagi H+7 untuk ujian dan setelahnya baru libur beneran. Di ITS enak, karena ujian akhir semester (UAS) sudah berakhir total 27 mei lalu. Dan setelahnya libur sampai berbulan-bulan. Hehe, enak ya lama banget?…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 6 Comments

    You May Also Like

    The Update of People, Pandemic, and Productivity

    July 24, 2020

    The COVID-19 Story, the world doesn’t revolve around you

    July 30, 2021

    Review GoMassage Pertama Yang Lebih Dari Sekadar Pijatan

    October 30, 2019
  • Stories

    Djakarta Reunion 2016

    January 20, 2016 /

    Di dunia ini tidak ada yang benar-benar abadi. Kebahagian, kesedihan, kaya, miskin, saya yakin hanyalah penghias diri sementara waktu. Sebab manusia memiliki masanya sendiri-sendiri. Ada kalanya harus bersedih, namun di sisi lain, pasti akan ada masa dimana kesenangan akan menghampiri. Dengan berbagai keterbatasan ini, manusia diberikan beribu warna yang siap dipilih. Suka merah, pink, biru, tosca, atau apapun itu, tidaklah penting. Karena akan selalu ada masa dimana warna kita mampu berpendar dengan sendirinya. Tanpa harus iri dengan kecerahan warna lain. Tanpa harus melupakan kekhasan yang dimiliki untuk sekarang. Kita tidak akan pernah tahu seberapa penting kehadiran kita bagi orang lain. Adakah manfaat yang bisa kita berikan bagi orang lain. Adakah…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 19 Comments

    You May Also Like

    Kisah Kasih Libur Lebaran Sang Air Terjun, Seonggok Goa, dan Seupil Kali

    July 8, 2016

    13 Wejangan Nenek Moyang, Fakta atau Mitos?

    July 13, 2016

    Blogku Ganti Template Baru Lagi Lho!

    June 6, 2009
  • Stories

    Kehilangan Kenangan di Kampung Halaman

    August 5, 2015 /

    Memasuki tulisan kedua nih, entah kenapa kalau jenis postingan cerita-cerita begini gue serasa lebih lepas menulisnya. Dibanding jika menulis berita, essai, dan laporan lain, postingan yang bersumber dari pengalaman gue akan lebih gampang, cepet pula. Walau kadang (atau malah sering?) gak sinkron antar kalimatnya hehe. Bodo amat. Kalau kemarin gue ngebahas kisah blog gue yang udah gue rawat sepenuh hati selama 7 tahun lamanya, sekarang gue bakal ngebahas tentang tempat kelahiran gue dan tetek bengeknya. Ada apa aja sih disana, sekarang gimana, dan apa aja hal menariknya? Baca juga: Perjalanan 7 Tahun Menjadi Blogger | Mendadak Kangen #1 Nah, jadi gue itu lahir di sebuah desa kecil di Negara, Kecamatan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 14 Comments

    You May Also Like

    Mahasiswa Arsitektur ITS 2014

    Cerita di Balik Pengumuman SBMPTN

    July 9, 2015

    Ketika Bandung dan Ciater Memanggil

    June 15, 2016

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019
  • Stories

    Tak Sampai 24 Jam

    July 12, 2015 /

    Seorang teman akan sangat berharga kehadirannya. Tergantung dari mana kita melihatnya. Sisi positif dan negatif pun tak bisa ditampikkan akan selalu ada. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Ada kalanya teman yang kita anggap adalah yang terbaik bagi kita, sesungguhnya ia tidak beranggapan layaknya kita sangat menghargainya. Kenalan, teman, sahabat, hanyalah sebutan saja. Yang terpenting dari itu adalah bagaimana perlakuan, perkataan, dan kehadirannya mampu menjadi berarti bagi kita. Jadi ceritanya gue kemarin baru saja melakukan trip singkat. Itulah kenapa judulnya jadi begitu. Azzam, seorang teman yang gue kenal satu tahun yang lalu udah gue anggap seperti saudara sendiri. Kehadirannya mampu mendorong gue untuk menjadi pribadi yang lebih bagus lagi. Yerlebih di saat-saat…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 4 Comments

    You May Also Like

    Kehidupan Jalanan Kota Surabaya

    October 5, 2018

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    May 14, 2018

    Pengalaman Pertama Naik Blablacar di Eropa

    October 10, 2019

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.