Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Arsitektur

    Adaptasi Bentuk Atap Arsitektur Nusantara dengan Studi Kasus Rumah Adat Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan

    February 21, 2017 /

    Adaptasi produk arsitektur terhadap iklim pastinya memengaruhi berbagai elemen penyusunnya. Tidak terkecuali di Indonesia, meskipun hanya memiliki dua musim saja khas negara tropis, Indonesia terbukti mampu membuat perbedaan gaya dan bentuk antara bangunan satu dengan bangunana yang lain. Contoh gampangnya dapat dilihat dari beragamnya rumah adat tradisional yang ada di negeri ini. Keanekaragaman ini merupakan satu ciri kekayaan Indonesia. Dengan iklim tropis lembab andalannya, para nenek moyang terdahulu seakan tidak pernah kehilangan akan untuk menyiasati ‘godaan’ alam. Walau hanya untuk sekedar tempat naungan, bukan perlindungann. Namun, seperti inilah konsep arsitektur nusantara sebenarnya. Salah satu ciri yang paling menonjol akibat iklim ini adalah bentuk atap. Meski Indonesia memiliki iklim tropis, namun…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 2 Comments

    You May Also Like

    Begini Penampakkan Tugas Besar Mahasiswa Arsitektur

    August 26, 2016

    Ngapain Jadi Arsitek (?)

    October 24, 2016

    Refleksi Diri Dari Titik Nol Arsitektur ITS

    November 26, 2016
  • Arsitektur

    Membaca Karakteristik Arsitektur Nusantara Serupa Boga

    July 4, 2016 /

    Banyak orang mengira bahwasanya boga yang jika di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti makanan; masakan; hidangan; santapan, sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan arsitektur. Terlebih, untuk memiliki peranan penting dalam perkembangan arsitektur di nusantara. Padahal, jika ditilik lebih jauh, boga memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan arsitektur nusantara yang berkembang di Indonesia. Seperti halnya tentang keberagaman jenis makanan yang ada di Indonesia. Terdapat ribuan atau bahkan mungkin ratusan ribu jenis makanan yang tersebar dari sabang sampai marauke yang akhirnya menjadi ciri khas daerah masing-masing. Dengan ragam modifikasi cita rasa masing-masing. Begitu pula dengan arsitektur. Gaya arsitektur tumbuh dan berkembang seiring proses hidup adat dan budaya setempat yang akhirnya…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Adaptasi Bentuk Atap Arsitektur Nusantara dengan Studi Kasus Rumah Adat Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan

    February 21, 2017

    Refleksi Diri Dari Titik Nol Arsitektur ITS

    November 26, 2016

    Ngapain Jadi Arsitek (?)

    October 24, 2016
  • Stories

    Kaleidoskop 2015

    December 31, 2015 /

    Tidak ada yang lebih berharga ketimbang waktu. Ia menjadi indikator segala hal. Menelusup ke setiap celah yang tak bisa dijangkau, menjadi berarti bagi mereka yang peduli, menjadi ancaman bagi mereka yang acuh. Celakanya, seringnya saya bermimpi tidak sesering saya menghargai waktu. Selama tepat 365 hari telah berlalu. Ada banyak hal yang sering luput untuk direnungkan. Dan selalu ada hal kecil yang menarik untuk dijadikan pelajaran. Namun lagi-lagi, manusia tempatnya lupa. Akan ada saja hal-hal yang terlupa dinikmati dan disyukuri. Berikut adalah kaleidoskop singkat tahun 2015. Memori yang tidak akan terlupa sampai kapanpun. Memori tentang saya, jatuh, bangun, perjuangan, kegagalan, kegembiraan dan kesedihannya. Jakarta Sebuah perjalanan panjang namun ditempuh dalam waktu…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Pengalaman Kuliah Singkat Gratis Ke Luar Negeri

    July 16, 2017

    Impian Ada di Tengah Peluh

    April 3, 2018

    Berani Bermimpi Kan?

    June 16, 2017
  • Stories

    Kehilangan Kenangan di Kampung Halaman

    August 5, 2015 /

    Memasuki tulisan kedua nih, entah kenapa kalau jenis postingan cerita-cerita begini gue serasa lebih lepas menulisnya. Dibanding jika menulis berita, essai, dan laporan lain, postingan yang bersumber dari pengalaman gue akan lebih gampang, cepet pula. Walau kadang (atau malah sering?) gak sinkron antar kalimatnya hehe. Bodo amat. Kalau kemarin gue ngebahas kisah blog gue yang udah gue rawat sepenuh hati selama 7 tahun lamanya, sekarang gue bakal ngebahas tentang tempat kelahiran gue dan tetek bengeknya. Ada apa aja sih disana, sekarang gimana, dan apa aja hal menariknya? Baca juga: Perjalanan 7 Tahun Menjadi Blogger | Mendadak Kangen #1 Nah, jadi gue itu lahir di sebuah desa kecil di Negara, Kecamatan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 14 Comments

    You May Also Like

    A Story of A Cup of Coffee, Biased Memory, and Logical Fallacy

    April 22, 2024

    Menikmati Alam Dari Atas Gunung Andong

    February 16, 2017

    A Bad Decision-maker and His Inconsistency

    July 18, 2018
  • Ulasan

    Perumahan, Permukiman, dan Perkotaan dalam Perspektif Arsitektural

    August 4, 2015 /

    Kebutuhan akan hunian mutlak menjadi suatu hal pokok bagi tiap-tiap orang. Sebagai suatu objek yang masif diperlukan, rumah kemudian bertransformasi menjadi unsur yang kompleks. Kehadirannya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang tidak melulu mengenai kebutuhan yang kasat mata semata, lebih dari itu. Bahkan contoh sempitnya saja dari segi arsitektur yang memberikan peluang tuk menimbulkan kesan positif dan negatif pada hunian. Lagi-lagi, jika ditilik lebih jauh lagi, efek negatif disini tidak sekadar tampilan fisik yang dapat dilihat. Melainkan berupa gangguan sosial, kesehatan, polemik ekonomi, hingga kekisruhan jiwa terhadap para penghuninya. Dalam sejarah perkembangan perumahan tempo dulu tercatat bahwa ada banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan orang-orang dalam interaksinya dengan hunian.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 14 Comments

    You May Also Like

    Review GoMassage Pertama Yang Lebih Dari Sekadar Pijatan

    October 30, 2019

    Wisata Lumba-Lumba Lucu di Pantai Lovina Bali

    February 22, 2018

    13 Wejangan Nenek Moyang, Fakta atau Mitos?

    July 13, 2016
 Older Posts

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.