• Stories

    Pertama Kali Pakai Lensa Kontak (Soflens)

    Terhitung sejak November 2017, gue udah gak pakai kacamata lagi. Kalaupun ada foto gue yang keliatan pakai kacamata, itu adalah foto lama. Alasannya sederhana sebenarnya, kacamata yang gue beli di Surabaya itu udah gak nyaman lagi dipakai. Baru aja gue pakai, eh udah melorot aja. Padahal kacamata itu umurnya masih belum dua tahun lho. Maklum sih, kacamata seharga Rp.200.000,- gak bisa berharap banyak. Hehe. Guna mengembalikan penglihatan gue seperti semula, mulailah gue kepikiran buat beli kacamata baru di Porto. Mulailah gue blusukan ke beberapa optik deket apartemen. Tapi, gue akhirnya pulang dengan tangan hampa. Kacamata yang gue idam-idamkan ternyata harganya setara Laptop ASUS yang gue pakai (sekitar 400 euro). Singkatnya,…

  • Stories

    Begini Rasanya Musim Dingin di Porto, Portugal

    Penghujung bulan Februari kemarin seharusnya musim dingin atau kerennya winter udah kelar sih. Tapi sekarang udah masuk awal maret dan sebagian besar negara-negara di kawasan eropa masih diliputi salju. Sama halnya seperti di Porto, di sini turun salju juga cuman dalam bentuk cair dan tidak dalam kristal es. Ahaha maksud gue hujan. Sudah hampir dua minggu Porto diguyur hujan setiap hari berturut-turut. Mending sih kalo hujan doang, tapi ini sama petir dan hembusan anginnya dahsyat banget. Indonesia terkenal dengan negara yang cuacanya cenderung selalu bersahabat. Kalaupun ekstrim paling terjadi sesekali. Nah di sini, parah sih, gue aja kemarin keluar kosan pas mau ke kampus hampir terbang saking kuatnya tiupan anginnya…

  • Stories

    Katanya Lebih Enak Kuliah di Luar Negeri

    Ketika masih di bangku sekolah menengah, gue ngerasa sekolah adalah sebuah hobi. Tidak ada paksaan untuk belajar, melainkan sebuah kesenangan pribadi. Persis seperti yang dibilang Maudi Ayunda, sosok cantik dan menginspirasi semua orang. Terlebih dengan belajar, gue bisa jadi yang terbaik di kelas. Klimaksnya bukan tentang predikat, tapi materil berupa beasiswa yang lebih gue incar.  Sebab dengan sekolah, gue bisa punya kegiatan, teman, tujuan hidup, dan uang jajan. Lambat laun, gue ngerasa sekolah bukan lagi yang gue idamkan. Selepas tahun pertama perkuliahan, entah setan apa yang merasuki batin gue, gue ngerasa kalau cara gue belajar udah gak sesuai jalurnya. Seorang calon sarjana yang notabene merupakan sosok dengan capaian kompetensi akademik…

  • Stories,  Tutorial

    Kuliah Gratis di Eropa dengan Beasiswa Erasmus

    Novel terakhir yang berhasil gue baca sampai habis adalah “Penumpang Gelap” karya Alijullah Hasan Jusuf, seorang yang dulunya bukan siapa-siapa, tapi berhasil melanglang buana sampai ke benua eropa. Cerita nyata beliau ini berhasil dikemas dengan apik menjadi bacaan yang menarik untuk menggugah semangat para pengejar mimpi. Sama seperti halnya sewaktu dulu gue baru kenal dengan Ahmad Fuadi, sang penulis kondang yang sampai sekarang benar-benar menghipnotis gue untuk selalu membaca semua karyanya. Sama-sama perantau, namun berbeda jalan dan zona waktu. Manusia memang punya jalan hidup dan zona waktunya masing-masing bukan? Kendati masih berbicara seputaran mimpi, artikel gue sebelumnya di sini mungkin masih belum bisa menjawab beberapa pertanyaan temen-temen. Gimana sebenernya gue…

  • Stories,  Tutorial

    Pengalaman Mencari Bantuan Dana Kegiatan Luar Negeri Mahasiswa

    Di postingan sebelumnya telah dibahas tentang gimana sih cara dapetin kesempatan ke luar negeri. Nah, postingan ini adalah sambungan dari cerita gue kemarin. Karena sejujurnya, program ASTW 2017 ini gak sepenuhnya gratis. Peserta masih diharuskan untuk membeli tiket pesawat sendiri. Berbeda layaknya beasiswa bergengsi lain seperti LPDP, Erasmus Mundus, Fullbright, DAAD dll yang bersedia membiaya semua kebutuhan penerima beasiswanya (fully funded). Baca juga: Pengalaman Dapat Beasiswa Dataprint Kalaupun kalian gak dapet beasiswa penuh, tenang aja, seperti kata pribahasa bahwa ada banyak jalan menuju roma. Alias ada banyak cara supaya kita bisa berangkat walau hanya dapet beasiswa parsial ataupun tanpa beasiswa sekalipun semisal kegiatan volunteering AIESEC. Karena gak sedikit juga temen-temen…