-
Belajar Enam Bahasa Asing Sekaligus
Banyak hal yang telah berubah di blog personal saya ini, mulai dari bahasa yang sok-sokan keminggris, sampai ketiadaan psotingan baru hingga berbulan-bulan lamanya. Sampai pada ketika saya menerima invoice masuk di akun gmail saya yang tidak lain adalah dari Rumahweb. Ini kok tagihan muncul terus? Apakah jangan-jangan selama ini saya hanya menjadi donator Rumahweb? (Ini gak di-endorse ya!) Sebagai pengguna layanan yang rutin bayar tagihan hosting dan domain tiap tahunnya, yang tentu akumulasi rupiahnya tidak sedikit, bisa dibilang blog ini sebenarnya lebih berat di ongkos ketimbang sumbangsihnya di pendapatan adsense. Hehe. Menilik ke belakang, terakhir kali ada issued payment dari Google Adsense saya adalah 2019 lalu. Yasudah lah, semoga kali…
-
Review GoMassage Pertama Yang Lebih Dari Sekadar Pijatan
Kepindahan saya ke Jakarta untuk bekerja membuat ritme aktivitas saya berbeda pula. Dari yang sehabis sidang Tugas Akhir sampai menunggu wisuda hanya uring-uringan dan nyambi melamar pekerjaan, kini sudah memiliki mobilitas rutin. Senin-Jumat dari pukul 8.00-17.00 saya habiskan di kantor. Sehingga waktu setelahnya hanya cukup untuk dibuat tidur tanpa ada aktivitas lain. Terkecuali untuk weekend di Sabtu dan Minggunya. Nah, di akhir pekan ketiga saya di Jakarta ini, tiba-tiba saja terlintas pikiran untuk melakukan sesuatu yang baru yakni pijat refleksi. Hehe. Dulu, ketika masih di Surabaya, kira-kira dua bulan sekali saya rutin ke tempat pijat refleksi. Tapi di sini kok rasanya belum ketemu yang cocok, karena juga masih adaptasi dengan…
-
Tiga Hari Menyusuri Sudut Kota Munich
Kesan pertama saya ketika menginjakan kaki di Munich adalah menakjubkan. Berbeda jauh dengan Ilmenau, Munich dipenuhi dengan banyak gedung modern dan pencakar langit. Wajar saja, banyak perusahaan besar ternama yang bermarkas di Munich, sebut saja Audi, BMW, Allianz, dll. Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 ketika saya sampai di Munich Central Station (HB). Ada banyak sekali turis di sini, dan tentu saja para gypsy yang patut diwaspadai. Karena sudah capek, saya memutuskan untuk langsung ke hostel saja. Jaraknya yang hanya 2 kilometer memaksa saya yang super pelit ini untuk jalan kaki bersama koper besar saya. Dari stasiun, saya hanya perlu jalan lurus ke MEININGER Hotel München City Center yang sudah di-book…
-
Pengalaman Pertama Naik Blablacar di Eropa
Saya cukup familiar dengan Blablacar di penghujung 2017 lalu, namun tidak pernah punya kesempatan mencobanya. Sampai pada akhir Mei 2019 lalu saya berkesempatan mencoba carpooling/carsharing ini. Sederhananya, kita dapat dengan mudah dan murah mencapai tujuan dengan ikut menumpang di mobil orang lain. Blablacar ini adalah platform yang mempertemukan pemilik mobil (driver) yang akan melakukan perjalanan dengan orang lain yang akan melakukan perjalanan serupa. Ketimbang hanya sendirian di dalam mobil, kenapa tidak mengajak orang lain saja? Driver pun akan mendapatkan uang atas jasanya ini. Cerita perjalanan menuju Ilmenau, Jerman yang lalu cukup membuat saya pusing. Begitu pula ketika hendak keluar dari kota ini. Selain masalah konektivitas, harganya pun cukup tidak ramah…
-
Partisipasi Mewujudkan ULM Terkemuka dan Berdaya Saing
Kilas balik enam tahun yang lalu, tepatnya pada awal tahun 2013, saya dihadapkan pada pilihan sulit. Sebagai calon lulusan SMA Negeri 1 Tanjung yang berjarak 225 kilometer dari Ibukota Kalimantan Selatan ini, saya merasa tidak tahu arah. “Mau kemana setelah ini?” Pertanyaan ini selalu bersarang di kepala setiap harinya sepulang sekolah di tahun terakhir saya. Tidak ada panduan, baik dari orang tua ataupun guru Bimbingan Konseling di sekolah saat itu. Selain karena jauh dari ibukota dan minim informasi, kelima orang saudara saya juga tidak ada yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Hingga suatu hari, cerita datang dari teman perempuan saya yang berada di bangku depan. “Inshaallah aku akan mendaftar kuliah…














