Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Ocehan,  Opini

    Tidak Ada Masalah yang Terlalu Besar

    July 7, 2019 /

    Ketika ditanya apa masalah terbesarmu, pikiran ini langsung tertuju pada hal-hal yang tak kasat mata dan tentu saja tidak diketahui oleh khalayak ramai. Jika saja orang lain tahu, maka saya rasa itu bisa jadi bukan masalah terbesar saya saat ini. Sebab, saya masih punya keberanian untuk mengutarakan masalah tersebut kepada orang lain, meski ke orang terdekat sekalipun. Definisi masalah terbesar bagi saya adalah ketika saya tidak bisa menceritakan tentang itu barang satu kata pun. Cukup hanya Tuhan dan saya yang tahu. Ketika ditanya apakah mungkin masalah terbesar tersebut diselesaikan, maka jawabannya adalah sangat mungkin. Namun, lagi, definisi penyelesaian masalah terbesar versi saya bukanlah dengan menghilangkan seratus persen masalah tersebut. Melainkan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Berhenti Ngevlog Akibat Kebijakan Baru Youtube

    February 12, 2018

    Unek-Unek Untuk Operator Seluler

    July 30, 2015

    Things I Wish I Knew Earlier – Part 1

    August 19, 2020
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019 /

    Pada polling di Instagram yang lalu, saya mencoba menanyakan followers saya tentang alasan untuk tetap bertahan hidup. Dengan ketentuan, alasan menyoal agama tidak diperkenankan. Mengapa? Sederhananya bagaimana pun juga, kalau sudah menyoal kepercayaan sulit untuk didebat. Sebab tidak semua orang memiliki kepercayaan yang sama. Walau bisa saja selain agama Islam ada yang melarang perilaku ini. Ada beragam alasan yang masuk. Ada yang nyeleneh, ada pula yang menjawab dengan sangat serius. Nah, jawaban-jawaban yang masuk akan saya sortir berdasarkan kategori alasannya. 1. Kenikmatan dan Kebahagian Dunia “Kalau ga hidup gabisa merasakan nikmatnya Indomie” “Banyak makanan enak” “Pengen jalan-jalan dan menjelajah” “Mensyukuri diberi kehidupan” 2. Keluarga dan Orang Terkasih “Kasian sama keluarga”…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Fenomena GO-JEK di Kota Surabaya

    June 29, 2015

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019
    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019 /

    Sekitar sepekan yang lalu, saya melakukan polling di Instagram mengenai alasan mereka tetap bertahan hidup. Pertanyaan yang cukup menggelitik nan menarik pikir saya. Baca juga: Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri Bukan tanpa alasan, saya menginisiasi pertanyaan tersebut lantaran banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia. Dalam satu bulan, tak kurang dari empat kasus bunuh diri terjadi. Belum termasuk kasus-kasus yang tidak di-blow up media. Beberapa kasus di antaranya, adik kandung Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak, mahasiswa ITB, yang diduga kuat bunuh diri di kamar indekosnya. Dua mahasiswa semester akhir UNPAD juga ditemukan meninggal bunuh diri. Hingga, seorang mahasiswa ITS tahun kedua yang ditemukan meninggal gantung diri di…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 1 Comment

    You May Also Like

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019

    Fenomena GO-JEK di Kota Surabaya

    June 29, 2015
    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015
  • Stories

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    May 14, 2018 /

    “Aku paham,” ucapnya singkat sembari mengembangkan sedikit senyum kepadaku yang sedari tadi dilanda kebingungan. Banyak hal yang ingin kuutarakan, namun ada banyak hal pula yang menghalangiku untuk berkata demikian. “Aku meninggalkan keluargaku, teman-temanku, negaraku, bukan karena aku tidak sayang mereka, tapi sebagai bekalku menjadi prbadi yang lebih tangguh lagi,” jelasnya yang kubalas dengan anggukan kecil tanda setuju. Karena memang tidak ada yang perlu diragukan lagi tentang validitas jawabannya. Ia adalah anak dari keluarga (setidaknya) berkecukupan, pintar, dan lahir dari sebuah negara yang terkenal aman dan damai. Tidak ada huru-hara yang berarti, itu artinya tidak ada yang perlu ditakutkan untuk melanjutkan hidupnya di negara tempat ia belajar merangkak itu. “Semuanya baik-baik…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    When You’re Not Going Places

    January 30, 2020

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019

    Katanya Lebih Enak Kuliah di Luar Negeri

    November 4, 2017
  • Ulasan

    Perumahan, Permukiman, dan Perkotaan dalam Perspektif Arsitektural

    August 4, 2015 /

    Kebutuhan akan hunian mutlak menjadi suatu hal pokok bagi tiap-tiap orang. Sebagai suatu objek yang masif diperlukan, rumah kemudian bertransformasi menjadi unsur yang kompleks. Kehadirannya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang tidak melulu mengenai kebutuhan yang kasat mata semata, lebih dari itu. Bahkan contoh sempitnya saja dari segi arsitektur yang memberikan peluang tuk menimbulkan kesan positif dan negatif pada hunian. Lagi-lagi, jika ditilik lebih jauh lagi, efek negatif disini tidak sekadar tampilan fisik yang dapat dilihat. Melainkan berupa gangguan sosial, kesehatan, polemik ekonomi, hingga kekisruhan jiwa terhadap para penghuninya. Dalam sejarah perkembangan perumahan tempo dulu tercatat bahwa ada banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan orang-orang dalam interaksinya dengan hunian.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 14 Comments

    You May Also Like

    Cara Memilih Program Bahasa Di Kampung Inggris Pare

    October 13, 2016

    SD Hasbunallah Tanjung Tabalong

    September 2, 2008

    Pengalaman Isolasi COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

    March 3, 2022

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.