-
Jejak Kaki Pertama di Benua Biru
Goresan merah di atas selembar kertas putih itu masih terpampang jelas. Gue masih ingat betul bagaimana semangatnya gue membuat seratus mimpi itu sebagai bukti bahwa kelak mimpi-mimpi itu akan tercoret habis. Pertanda bahwa gue berhasil menyelesaikan apa yang gue ingin dan akan lakukan. Gak melulu soal mimpi besar, gue juga masih berkutat dengan mimpi-mimpi kecil nan konyol -yang dimata orang lain- mungkin sama sekali tak berfaedah. Gak apa-apa, toh usaha untuk mencapai itu juga punya kita sendiri. Baca juga: Berani Bermimpi Kan? Kali ini, gue masih kembali memutar ingatan bahwasanya tiga tahun yang lalu gue juga punya mimpi besar lain. Kuliah di luar negeri adalah hal yang paling gue idamkan…
-
Pengalaman Mencari Bantuan Dana Kegiatan Luar Negeri Mahasiswa
Di postingan sebelumnya telah dibahas tentang gimana sih cara dapetin kesempatan ke luar negeri. Nah, postingan ini adalah sambungan dari cerita gue kemarin. Karena sejujurnya, program ASTW 2017 ini gak sepenuhnya gratis. Peserta masih diharuskan untuk membeli tiket pesawat sendiri. Berbeda layaknya beasiswa bergengsi lain seperti LPDP, Erasmus Mundus, Fullbright, DAAD dll yang bersedia membiaya semua kebutuhan penerima beasiswanya (fully funded). Baca juga: Pengalaman Dapat Beasiswa Dataprint Kalaupun kalian gak dapet beasiswa penuh, tenang aja, seperti kata pribahasa bahwa ada banyak jalan menuju roma. Alias ada banyak cara supaya kita bisa berangkat walau hanya dapet beasiswa parsial ataupun tanpa beasiswa sekalipun semisal kegiatan volunteering AIESEC. Karena gak sedikit juga temen-temen…
-
Pengalaman Kuliah Singkat Gratis Ke Luar Negeri
Dari segitu banyaknya tawaran beasiswa baik di dalam maupun luar negeri, sudah gak kehitung kayaknya berapa kali gue gagal karena saking banyaknya. Haha. Perjuangan menjadi scholarship hunter tersebut bermula ketika duduk di bangku kelas tiga SMA. Ketika sedang galau-galaunya mau kuliah kemana, PTN gak diterima, Kedinasan gak diterima, nah akhirnya gue beraniin buat nyobain daftar beasiswa ke luar negeri. Ada banyak banget, tapi ujung-ujungnya gak keterima juga. Wkwk. Baca Juga: 10 Alasan Kamu Harus Masuk Arsitektur ITS Setelah masuk ITS dan disibukkan dengan berbagai kegiatan akademik serta kemahasiswaan, gue mulai lupa tuh kalo dulu pernah punya mimpi buat bisa keluar negeri. Namun tiba-tiba aja gue ngerasa terpelatuk sama temen-temen di…
-
Nah Ini Cara Mudah Masuk ITS
Baru beberapa hari yang lalu, pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 resmi dikeluarkan. Lantas, tidak semua siswa berkesempatan mendapatkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impiannya. Alasannya beragam, ada yang mengaku soal SBMPTN sangat sulit, persaingan sangat ketat, hingga salah strategi dalam pemilihan PTN maupun jurusannya. Padahal, rata-rata PTN sudah mengakhiri penerimaan mahasiswa baru lewat SBMPTN lho. Misalnya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) yang hanya memiliki dua skema jalur masuk yakni SNMPTN dan SBMPTN. Lho, UI kan ada Ujian Mandiri SIMAK? Iya, tapi ujiannya dilakukan sebelum pengumuman SBMPTN dikeluarkan. Jadi pasti ada aja siswa yang kelewat atau yang tadinya optimis lulus SBMPTN ternyata malah…
-
Berani Bermimpi Kan?
Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA dulu, aroma persaingan gak begitu nampak. Seperti tidak ada hasrat untuk pengen ini dan itu. Bahkan dalam perlombaan saja, tidak jarang Guru yang proaktif mendaftarkan muridnya. Ketika gue ngeliat temen yang punya bakat tertentu dan merekomendasikan sebuah kompetisi, jawabannya beragam namun intinya sama. “Males ikut-ikut begituan,”, “Ribet kayanya,” dan jawaban-jawaban lainnya. Gue masih ingat ketika sedang browsing di mesin pencarian ketemu dengan sebuah lomba yang diadakan oleh sebuah perusahan multinasional di daerah gue. Niatnya pengen ikut, berhubung hadiahnya gede, namun rupanya persyaratannya haruslah representasi sekolah. Padahal di sekolah gak ada sama sekali woro-woro menyoal ini. Gak berapa lama, gue datengin guru yang mungkin…














