• Stories

    A Bespectacled Man

    “Rid, coba jawab soal nomor 9,” pinta bu Lidya, guru matematika kelas 10 gue. “Mmm, maaf dari sini ga kelihatan bu,” sahut gue dengan muka melas berharap permintaan tersebut diindahkan. “Loh ga liat? Jadi kalo tadi ga liat dari tadi kamu ngapain aja hah? Maju sini lalu kerjain di depan,” timpalnya. Jleb. Begitu kira-kira asal muasal gue sadar akan satu hal. Ada masa ketika gue merasa kalau pandangan gue saat itu sudah kabur. Pertamanya, gue rasa apa yang gue lihat adalah seperti yang temen-temen gue lihat di kelas. Kalau begini kan normal ya. Tapi nyata nggak! Setelah gue tanya temen-temen yang lain apakah mereka dapat melihat dengan jelas ke papan…

  • Ocehan

    Ngomongin Visi, Target dan Keluh Kesah Mahasiswa

    Setiap manusia gue rasa udah punya jalan hidup beserta target masing-masing dalam hidupnya. Entah mereka yang berasal dari anak konglomerat yang sangat menginginkan jadi artis dan liburan keliling dunia, atau bahkan hanya anak seorang nelayan yang begitu mengharapkan ayahnya mendapatkan setidaknya seekor ikan sebagai lauk keluarganya makan di hari itu. Namanya sama, hanya saja porsinya berbeda, kebutuhannya berbeda. Jika memang begitu, benar bahwa manusia itu nafsunya amat tidak terbatas. Akan selalu ada masa dimana manusia menginginkan hal-hal yang aneh, ajaib, dan super konyol yang pengen diraih. Ga munafik karena sejak dulu gue memang selalu mengartikan hidup ini sebagai sebuah pemberian. Bahwa tugas manusia disini bukan hanya sebatas makan, tidur, dan…

  • Stories

    Tak Sampai 24 Jam

    Seorang teman akan sangat berharga kehadirannya. Tergantung dari mana kita melihatnya. Sisi positif dan negatif pun tak bisa ditampikkan akan selalu ada. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Ada kalanya teman yang kita anggap adalah yang terbaik bagi kita, sesungguhnya ia tidak beranggapan layaknya kita sangat menghargainya. Kenalan, teman, sahabat, hanyalah sebutan saja. Yang terpenting dari itu adalah bagaimana perlakuan, perkataan, dan kehadirannya mampu menjadi berarti bagi kita. Jadi ceritanya gue kemarin baru saja melakukan trip singkat. Itulah kenapa judulnya jadi begitu. Azzam, seorang teman yang gue kenal satu tahun yang lalu udah gue anggap seperti saudara sendiri. Kehadirannya mampu mendorong gue untuk menjadi pribadi yang lebih bagus lagi. Yerlebih di saat-saat…

  • Mahasiswa Arsitektur ITS 2014
    Stories

    Cerita di Balik Pengumuman SBMPTN

    Inilah momen ketika perjuangan belajar mati-matian dipertaruhkan. Hanya dengan sekelebat saja, sebuah laman yang memuat kata selamat dan maaf dapat mengubah jalan hidup kita kelak. Bersyukurlah bagi kalian yang dengan bangganya telah optimistis atas capaiannya saat ujian (9/6) lalu. Namun, tetap berdoalah bagi kalian yang masih harap-harap cemas akan kelulusannya di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 kali ini. Satu tahun yang lalu, gue termasuk pada kategori yang was-was. Gue sama sekali tidak percaya diri bakalan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Gue sadar bahwa kerja keras belajar gue dulu masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah berjuang habis-abisan demi pembantaian massal ini. Apalagi, jika dilihat pada beberapa…