• Stories

    Tidak Lulus SNMPTN Bukan Akhir

    Pengumuman SNMPTN hari ini diumumkan serentak di Indonesia. Gue yakin banyak yang gugup menanti apakah namanya masuk dalam daftar yang diterima atau tidak. Sebab gue juga mengalami hal yang sama lima tahun lalu. Perasaan harap cemas agar bisa lulus masuk perguruan tinggi negeri tanpa harus berjuang keras untuk SBMPTN. Namun, kenyataan berkata lain, gue tidak lulus SNMPTN. Wajar sih, SMA gue bukan sekolah favorit, apalagi kalau dijajarkan dengan sekolah lain di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Still, gue masih ngebet daftar Fakultas Kedokteran favorit di Jawa. Hehe. Baca juga: Arsitektur VS Fakultas Kedokteran Saat hari pengumuman, gue bersikeras untuk tidak membuka website langsung. Tapi menunggu hingga keesokan harinya, sambil berharap hasilnya…

  • Stories

    Membaca Mimpi dari Ujung Benua Eropa

    Sudah teramat sering gue berbicara soal mimpi. Cerita tentang kegagalan, penolakan, malu, keluh kesah, hingga keberhasilan sudah pernah gue tuliskan sebagai memori. Tentu tidak semuanya, tapi sebagian besar pengalaman gue bergulat dengan mimpi telah dibagikan di blog ini. Harapannya, agar kelak cerita manis sebuah pencapaian tidak hanya sebatas foto bahagia yang terpampang di Instagram atau Facebook saja. Melainkan ada perjuangan keras yang dibalut tetes keringat di balik pencapaian tersebut. Perjalanan dari kampus menuju apartemen kali ini terasa lama. Selain karena cuaca Kota Porto memang sedang tidak bersahabat, rupanya ingatan akan memori di masa lampau cukup membuat langkah kaki ini melambat. Tidak henti-henti gue mengucap syukur bagaimana skenario Tuhan membawa gue…

  • Stories

    Pertama Kali Pakai Lensa Kontak (Soflens)

    Terhitung sejak November 2017, gue udah gak pakai kacamata lagi. Kalaupun ada foto gue yang keliatan pakai kacamata, itu adalah foto lama. Alasannya sederhana sebenarnya, kacamata yang gue beli di Surabaya itu udah gak nyaman lagi dipakai. Baru aja gue pakai, eh udah melorot aja. Padahal kacamata itu umurnya masih belum dua tahun lho. Maklum sih, kacamata seharga Rp.200.000,- gak bisa berharap banyak. Hehe. Guna mengembalikan penglihatan gue seperti semula, mulailah gue kepikiran buat beli kacamata baru di Porto. Mulailah gue blusukan ke beberapa optik deket apartemen. Tapi, gue akhirnya pulang dengan tangan hampa. Kacamata yang gue idam-idamkan ternyata harganya setara Laptop ASUS yang gue pakai (sekitar 400 euro). Singkatnya,…

  • Stories

    Impian Ada di Tengah Peluh

    Satu tahun yang lalu, gue sedang disibukkan dengan banyaknya deadline, termasuk tugas dan berbagai macam aplikasi beasiswa. Ada Erasmus+, Erasmus Mundus, AsTW, YSEALI, Global UGRAD, dan masih banyak lagi. Nekat aja awalnya daftar banyak aplikasi, siapa tau ada keberuntungan batin gue. Tapi, mostly, beasiswa minta minimal TOEFL ITP paling nggak. Padahal saat itu TOEFL ITP gue sudah kadaluarsa karena sudah dua tahun. Lagipula skornya masih di bawah syarat 550. Cerita pertama, sekitar H-2 minggu deadline salah satu beasiswa, gue nekat daftar TOEFL ITP lagi, tanpa persiapan, dengan biaya lumayan. Dulu biayanya Rp.450.000,- di Unair Surabaya. Kenapa di Unair gak di ITS atau tempat lain? Karena jadwal tes yang paling fleksibel…

  • English

    What We Could Learn from Portuguese (Part 2)

    In the previous article, I already mentioned three things that we, as human-beings, could learn from Portuguese. I know that those things don’t merely belong to Portuguese. Since I’ve been living here for a couple of months, I noticed that the life is going to be easier and happier if everyone could apply them in daily life. 1. Power of Obrigado and Smile Living in Indonesia whose climate is relatively warm in the entire year, stimulates its people to become warm too and give their best smile to everyone. This thing that I was worry about. I was wondering whether people would welcome and befriend me or not. But apparently,…