-
Kehilangan Kenangan di Kampung Halaman
Memasuki tulisan kedua nih, entah kenapa kalau jenis postingan cerita-cerita begini gue serasa lebih lepas menulisnya. Dibanding jika menulis berita, essai, dan laporan lain, postingan yang bersumber dari pengalaman gue akan lebih gampang, cepet pula. Walau kadang (atau malah sering?) gak sinkron antar kalimatnya hehe. Bodo amat. Kalau kemarin gue ngebahas kisah blog gue yang udah gue rawat sepenuh hati selama 7 tahun lamanya, sekarang gue bakal ngebahas tentang tempat kelahiran gue dan tetek bengeknya. Ada apa aja sih disana, sekarang gimana, dan apa aja hal menariknya? Baca juga: Perjalanan 7 Tahun Menjadi Blogger | Mendadak Kangen #1 Nah, jadi gue itu lahir di sebuah desa kecil di Negara, Kecamatan…
-
Perjalanan 7 Tahun Menjadi Blogger
Pernah ga sih kangen sama hal-hal jadul, alay namun berkesan dulu? Tiba-tiba aja gue jadi keinget masa-masa susah, seneng, kocak, haru yang pernah gue alamin. Sering banget mikir, “Dulu pas masih SD seru juga ya,” “Temen-temen friendster gue pada kemana ya,” atau malah begini “Mantan pacar pertama gue gimana ya kabarnya?” Istilahnya sih mendadak kangen kalo menurut gue. Jadi ini bukan posting satu-satunya, ke depan gue bakal bikin beberapa part #MendadaKangen dengan tema yang berbeda-beda. (Kalau lagi ga males atau baper) Jadi ceritanya, pada 2008 gue masih berstatus sebagai siswa SMP kelas 8. Fase masih polos dan unyu-unyunya ya haha. Saat itu, internet masih ga sepopuler sekarang. Jumlah warung internet…
-
Things To Remember After Five Years
Masa-masa berseragamkan biru tua lewat sudah, tepatnya sejak lima tahun silam. Masa dimana bocah-bocah ingusan ini masih bersemangatnya menuntut ilmu. Tidak peduli seberapa banyak hapalan di hari itu, pun seberapa sering hukuman yang diterima. Sebab pada akhirnya, semuanya mampu berjuang hingga titik akhir. Ketidakbebasan itu hanyalah semu, pengharapan akan kesuksesan dunia akhirat itu baru yang hakiki. Inilah prinsip yang kami pegang. Menghabiskan waktu hampir sehari penuh hanya untuk menuntut ilmu. Berangkat ketika matahari masih malu-malu dan pulang ketika ia sudah merasa cukup memberikan secercah harapannya bagi orang lain di hari itu. Setelah lima tahun, ada banyak sekali cerita. Apa-apa yang dulu tercipta, manis, pahit, suka, duka, hanyalah menjadi bumbu kehidupan…
-
Kampung Halaman dan Kesederhanaan
Berada di kampung halaman tidak lagi sebuah keharusan, melainkan tradisi. Berada disini untuk belajar menghargai, mencintai, serta menyayangi tempat kelahiran hanya untuk sekadar berterima kasih atas dedikasinya selama ini. Sebagai saksi tempat tumbuh dan berkembang hingga sampai seperti saat ini. Tampak sederhana namun sarat akan kenangan dan pembelajaran khas kampung yang kampungan. Yang gue lihat, apa-apa yang ada disini antara dulu dan sekarang tidak terlalu kontras perbedaannya. Tiang-tiang kayu menjulang, desir air sungai yang terus menyapu, atau bunyi klotok (Kapal) yang menjadi pemecah keheningan di desa ini selalu menjadi sajian apik menghangatkan pagi. Begitu pula dengan masyarakat disini. Sejak pukul 03.00 WITA mereka sudah bergegas memulai pekerjaannya masing-masing. Ibu-ibu yang…
-
Tak Sampai 24 Jam
Seorang teman akan sangat berharga kehadirannya. Tergantung dari mana kita melihatnya. Sisi positif dan negatif pun tak bisa ditampikkan akan selalu ada. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Ada kalanya teman yang kita anggap adalah yang terbaik bagi kita, sesungguhnya ia tidak beranggapan layaknya kita sangat menghargainya. Kenalan, teman, sahabat, hanyalah sebutan saja. Yang terpenting dari itu adalah bagaimana perlakuan, perkataan, dan kehadirannya mampu menjadi berarti bagi kita. Jadi ceritanya gue kemarin baru saja melakukan trip singkat. Itulah kenapa judulnya jadi begitu. Azzam, seorang teman yang gue kenal satu tahun yang lalu udah gue anggap seperti saudara sendiri. Kehadirannya mampu mendorong gue untuk menjadi pribadi yang lebih bagus lagi. Yerlebih di saat-saat…














