Di Bawah Langit Biru

Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019 /

    Jika perlu dibandingkan, LCC milik negara tetangga, Air Asia, sebenarnya sudah sejak lama menerapkan kebijakan penerbangan tanpa bagasi gratis ini. Sehingga penumpang yang ingin bepergian dengan bawaan yang banyak memang ditawarkan untuk membeli bagasi sendiri. Namun tetap bagasi kabin seberat 7KG diberikan cuma-cuma dengan menyasar target para backpacker atau orang-orang yang melakukan perjalanan bisnis singkat. Baca juga: Drama Kenaikan Tarif & Penghapusan Bagasi Gratis Maskapai Bertarif Rendah Di Eropa, ada beberapa maskapai budget sejenis. Di antaranya, Transavia, Ryanair, Wizz Air, Easy Jet, Vueling, dan sebagainya. Hanya saja, saya baru sempat merasakan naik dua di antaranya yakni Ryanair dan Wizz Air ketika masih berstatus exchange student di Porto, Portugal dulu. Baca juga: Begini Rasanya Musim…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Fenomena GO-JEK di Kota Surabaya

    June 29, 2015

    Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

    July 11, 2016

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019
  • Ocehan,  Opini

    Drama Kenaikan Tarif & Penghapusan Bagasi Gratis Maskapai Bertarif Rendah

    January 13, 2019 /

    Di linimasa media sosial sedang ramai bahasan tentang kebijakan maskapai Low-cost Carrier (LCC) atau Budget Airlines yang menghapuskan bagasi gratis di setiap penerbangan mereka. Adapun maskapai yang dimaksud adalah Lion Air dan Citilink Indonesia. Banyak yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan baru di dunia penerbangan ini. Termasuk saya sebagai konsumen yang tidak sanggup kalau harus beli tiket pesawat di maskapai full service layaknya Garuda Indonesia. Baca juga: ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa Mengenai penyebabnya masih simpang-siur. Ada yang berasumsi ini disebabkan krisis keuangan Lion Air setelah dilanda kecelakaan fatal beberapa waktu lalu. Tapi ada juga analisis yang mengatakan bahwa sudah tepat jika maskapai berbiaya murah menghapuskan bagasi…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 2 Comments

    You May Also Like

    Less Than An Hour Dialogue with Him

    June 29, 2017

    Apa Kabar Nalar dan Naluri

    November 7, 2017

    Mendambakan Dibahagiakan Kebahagian Yang Membahagiakan

    July 2, 2016
  • Ocehan,  Opini,  Stories

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019 /

    Sepulang dari Porto, saya merasa ada sesuatu yang berbeda. Ada banyak hal-hal nyeleneh mahasiswa yang tidak bisa saya terima. Saya tidak serta merta kaget, karena sempat ada masa transisi di sini. Sebelum akhirnya saya kembali tergabung dalam sebuah organisasi. Walau terkesan dipaksakan, tapi keadaan lah yang menuntut demikian. Hal-hal yang saya maksud tersebut antara lain budaya tidak tepat waktu, komunikasi jelek, budaya titip absen, dan pastinya tanggung jawab yang kececeran. Saya hampir dibuat muak dengan ini semua. Walau sudah diingatkan, tapi tetap saja alasan klasik sebagai mahasiswa selalu jadi andalan. “Sedang tidak mood” “Akademik sedang berantakan” “Tugas numpuk” “Lagi gabisa ngatur waktu” “Ada masalah keluarga” Dan sederet alasan-alasan lain. Uniknya,…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 4 Comments

    You May Also Like

    Berhenti Ngevlog Akibat Kebijakan Baru Youtube

    February 12, 2018

    Things I Wish I Knew Earlier – Part 1

    August 19, 2020

    Unek-Unek Untuk Operator Seluler

    July 30, 2015
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019 /

    Pada polling di Instagram yang lalu, saya mencoba menanyakan followers saya tentang alasan untuk tetap bertahan hidup. Dengan ketentuan, alasan menyoal agama tidak diperkenankan. Mengapa? Sederhananya bagaimana pun juga, kalau sudah menyoal kepercayaan sulit untuk didebat. Sebab tidak semua orang memiliki kepercayaan yang sama. Walau bisa saja selain agama Islam ada yang melarang perilaku ini. Ada beragam alasan yang masuk. Ada yang nyeleneh, ada pula yang menjawab dengan sangat serius. Nah, jawaban-jawaban yang masuk akan saya sortir berdasarkan kategori alasannya. 1. Kenikmatan dan Kebahagian Dunia “Kalau ga hidup gabisa merasakan nikmatnya Indomie” “Banyak makanan enak” “Pengen jalan-jalan dan menjelajah” “Mensyukuri diberi kehidupan” 2. Keluarga dan Orang Terkasih “Kasian sama keluarga”…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022

    ​Perbandingan Maskapai Bertarif Rendah di Asia Tenggara dan Eropa

    January 14, 2019

    Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

    July 11, 2016
  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019 /

    Sekitar sepekan yang lalu, saya melakukan polling di Instagram mengenai alasan mereka tetap bertahan hidup. Pertanyaan yang cukup menggelitik nan menarik pikir saya. Baca juga: Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri Bukan tanpa alasan, saya menginisiasi pertanyaan tersebut lantaran banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia. Dalam satu bulan, tak kurang dari empat kasus bunuh diri terjadi. Belum termasuk kasus-kasus yang tidak di-blow up media. Beberapa kasus di antaranya, adik kandung Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak, mahasiswa ITB, yang diduga kuat bunuh diri di kamar indekosnya. Dua mahasiswa semester akhir UNPAD juga ditemukan meninggal bunuh diri. Hingga, seorang mahasiswa ITS tahun kedua yang ditemukan meninggal gantung diri di…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 1 Comment

    You May Also Like

    Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri

    January 8, 2019

    Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

    July 11, 2016
    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015
 Older Posts
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture graduate. Born and raised in South Kalimantan, but currently working in Jakarta, Indonesia. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.