Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Stories

    Berangkat Tanpa Tiket, Siapa Suruh Nekat!

    July 13, 2016 /

    Segala sesuatu yang dipaksakan sepertinya tidak selalu berujung bagus. Apalagi kalau pengambilan keputusan disertai dengan amarah, emosi, dan dengan waktu yang singkat. Inilah yang bisa gue rasakan sekarang. Layaknya memanen buah yang baru saja gue tanam bijinya, sayangnya buahnya tidaklah seperti yang diharapkan. Ceritanya, gue udah ngebet banget pengen balik ke surabaya. Sama keluarga juga udah bilang kalo gue bakal balik tanggal 11/7 kemarin. Kenapa sih cepet-cepet? Kalo diceritain bakal panjang jadinya. Setelah ini akan gue ceritain semuanya. Intinya sih Ada suatu hal yang harus gue urus di surabaya. Hari demi hari setelah lebaran gue baru sadar kalau KTP dan SIM gue mati berbarengan. Dua identitas wajib bagi seorang perantau.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 7 Comments

    You May Also Like

    Story: Why You Must Take a Gap Year after High School

    April 23, 2018

    Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

    May 12, 2018

    Ketika Bandung dan Ciater Memanggil

    June 15, 2016
  • Stories,  Ulasan

    13 Wejangan Nenek Moyang, Fakta atau Mitos?

    July 13, 2016 /

    Terlahir dari keluarga yang sederhana dengan beban penghidupan yang banyak, ibu rupanya menyimpan banyak ‘wasiat’ untuk tidak melakukan hal-hal tertentu. Bukan wasiat juga sih, duh bingung gue ngejelasinnya gimana. Usut punya usut, ternyata kumpulan wasiat, wejangan, anjuran, serta larangan dari ibu ini juga berasal dari ibu dan neneknya. Jadi istilahnya turun temurun diwariskan ke anak cucu mereka agar senantiasa sejahtera. Jujur gue yang gak mudah percaya akan sesuatu ini ngerasa ada yang janggal. Sebenarnya bener gak sih kalo itu semua memberikan dampak positif? Atau paling gak, apa bener ia bener-bener ngaruh ke kehidupan kita? Secara sains, teknologi dan akal sehat kekinian memang aneh bin ajaib. Bisa dibilang juga, hanya mitos.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 7 Comments

    You May Also Like

    A Recent Graduate’s Thought

    January 12, 2020

    Five Things I Discovered in Life After College

    March 29, 2020

    Kehidupan Tahun Pertama Seorang Mahasiswa Arsitektur

    June 20, 2016
  • Fenomena,  Ocehan,  Stories

    Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

    July 11, 2016 /

    Remaja (atau yang udah ngerasa ga remaja lagi) kelahiran tahun 90-an sering mengaku dan membenarkan bahwasanya generasi mereka lah yang paling baik. Dimana invasi teknologi tidak secepat sekarang yang kemudian mendorong pada pembentukan perilaku-perilaku yang dianggap (lagi-lagi) tidak baik. Dengan berbagai aktivitas yang dianggap tidak wajar pula seusianya. Hmm, bener gak? Gue termasuk anak (udah tua, nyadar! L ) kelahiran 90-an. Bisa secara singkat gue bilang stereotype yang beredar di masyarakat itu ada benernya juga. Tapi ga semuanya bisa dibenarkan tentunya. Hehe. Seolah-olah generasi inilah yang benar, sedangkan yang lain salah semua. Sebelum ini, gue yakin mungkin sebeum generasi gue ini lahir, orang-orang terdahulu di generasi 70-80-an pada bilang hal…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Solusi Transportasi Mudah dan Murah di Jakarta

    August 18, 2022
    logo-grab-taxi

    GrabTaxi Indonesia, Apanya GO-JEK?

    July 1, 2015

    Fenomena GO-JEK di Kota Surabaya

    June 29, 2015
  • Stories

    Kisah Kasih Libur Lebaran Sang Air Terjun, Seonggok Goa, dan Seupil Kali

    July 8, 2016 /

    Libur lebaran identik dengan jalan-jalan. Paling nggak itu yang lumrah di masyarakat Indonesia. Sampai biasanya bela-belain ambil cuti kerja biar libur lebarannya tambah lama. Di keluarga gue sendiri dari tahun ke tahun, momen kumpul komplit tujuh bersaudara ditambah pasukannya (anak-anak) hanya terjadi di hari lebaran pertama. Itu pun sering ga penuh satu hari. Kalau gak pagi hari (kalo nginep) trus pulang sorenya, atau nggak sebaliknya, paginya ga ada sorenya baru dateng. Begitulah terus. Maklum, punya anak banyak dan semuanya kerja sama orang ya begini risikonya. Baca Juga: Pesona LOKSADO, Tempat Liburan Menarik Anda! Kalau lebaran tahun lalu, keluarga gue, gak lengkap sih, punya waktu luang buat jalan-jalan ke luar kota.…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 5 Comments

    You May Also Like

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    May 14, 2018

    Living The Life as An Angkot-Man

    August 7, 2014

    Bangkit Dari Mati Suri

    April 12, 2026
  • Stories

    The Day, Edisi Spesial Lebaran dan Kelahiran

    July 7, 2016 /

      Orang-orang mengatakannya ini adalah hari kemenangan. Ia Ibaratnya puncak tertinggi dari sebuah proses pendekatan dan penyucian diri. Selama satu bulan penuh, umat muslim terus bergelut dengan rutinitas yang tak biasa. Sembari berharap pahala yang dijanjikan berlipat-lipat ganda banyaknya bisa didapat. Secara pribadi gue menganggapnya lebaran sebagai titik awal refleksi diri. Seekor ular yang ingin mengganti kulitnya maka ia harus berusaha keras selama berpuluh-puluh hari dengan cara tidak makan apapun. Bisa dibilang ia harus puasa untuk mendapatkan pribadi yang baru. Namun tetap dengan nama dan wajah yang sama. Begitulah manusia. Kita terlahir kembali setelah ramadhan. Demi satu tujuan, pribadi yang baru. Baca Juga: Tentang Hari Kelahiran Ga dipungkiri, gue bukanlah seorang muslim…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 2 Comments

    You May Also Like

    Sosok Perempuan di Hari Ibu

    December 24, 2017

    Fenomena Bunuh Diri & Suicidal Thoughts Kaum Millenials

    January 7, 2019

    Suka Duka Jadi Mahasiswa Arsitektur

    July 4, 2015
 Older Posts
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture & fire engineering graduate and currently working in England, United Kingdom. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Mimpi Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah Seleksi SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tiket Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48
  • How To Live Like Swedes

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.