Di Bawah Langit Biru

Tentang hari-hari biasa yang bermakna

  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
Menu
  • Home
  • About Me
  • Europe Trip
  • English Blog
  • Contact Me
  • Achievements
  • Advertisement
  • Portfolio
  • Ulasan

    Biaya Hidup Tinggal di Eropa, Studi Kasus Porto

    March 10, 2018 /

    Perbedaan mata uang, kondisi ekonomi, dan berbagai faktor lain yang gue sendiri ga tahu, jadi alasan mengapa hidup di luar negeri bagi orang Indonesia kesannya sangat mahal.  ”Wah enak ya tinggal di luar negeri,” pikir gue yang kemudian bayang-bayang tersebut seketika sirna pas tahu kalo semuanya serba mahal di Eropa. Tapi sebenarnya, mahal atau murah itu relatif. Kalo bagi masyarakat Indonesia, jelas banget harus kerja keras untuk bisa ke luar negeri dengan standar gaji di Indonesia. Tarif sekali makan di Zurich misalnya, bisa untuk makan selama satu minggu di Indonesia (Di warteg, hehe). Air botol kemasan aja seharga 3CHF atau 45.000IDR. Bisa dibayangin betapa tingginya biaya hidup di Eropa. Tapi…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 3 Comments

    You May Also Like

    Candi Ijo, Panorama Menakjubkan dari Candi Tertinggi di Yogyakarta

    September 6, 2017

    Menikmati Alam Dari Atas Gunung Andong

    February 16, 2017

    Wisata Lumba-Lumba Lucu di Pantai Lovina Bali

    February 22, 2018
  • Stories

    Begini Rasanya Musim Dingin di Porto, Portugal

    March 4, 2018 /

    Penghujung bulan Februari kemarin seharusnya musim dingin atau kerennya winter udah kelar sih. Tapi sekarang udah masuk awal maret dan sebagian besar negara-negara di kawasan eropa masih diliputi salju. Sama halnya seperti di Porto, di sini turun salju juga cuman dalam bentuk cair dan tidak dalam kristal es. Ahaha maksud gue hujan. Sudah hampir dua minggu Porto diguyur hujan setiap hari berturut-turut. Mending sih kalo hujan doang, tapi ini sama petir dan hembusan anginnya dahsyat banget. Indonesia terkenal dengan negara yang cuacanya cenderung selalu bersahabat. Kalaupun ekstrim paling terjadi sesekali. Nah di sini, parah sih, gue aja kemarin keluar kosan pas mau ke kampus hampir terbang saking kuatnya tiupan anginnya…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 5 Comments

    You May Also Like

    Budaya Partisipatif dan Indonesia Tanpa Pesimisme

    January 2, 2019

    Kalau Gagal Jadi Mahasiwa, Lantas Harus Ngapain?

    June 28, 2016

    Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

    September 14, 2017
  • Stories

    Kenalkan Indonesia sampai Portugal

    December 4, 2017 /

    Sudah dua bulan lamanya saya tinggal di Porto, Portugal, sebuah kota kecil nan eksotis di sisi paling barat Benua Eropa. Hingga pada Rabu (20/11) lalu adalah pengalaman pertama kalinya saya menapakkan kaki di salah satu sekolah umum di sini. Sama halnya seperti sekolah negeri pada umumnya di Indonesia, Escola Secundária Carolina Michaëlis (Sekolah Menengah Pertama) ramai dengan anak-anak hingga remaja beragam usia. Namun ada pemandangan yang paling membedakan dengan sekolah di Indonesia di mana siswa-siswi di Portugal tidak memiliki seragam khusus layaknya di Indonesia. Semua tampak sederhana dengan pakaian masing-masing, sembari sesekali melemparkan senyum manis tatkala saya melewati gerbang sekolah. Seolah-olah mereka sedang menyaksikan pemandangan langka dengan kedatangan ‘bule’ dari…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Pengalaman Kuliah Singkat Gratis Ke Luar Negeri

    July 16, 2017

    Howdy SNMPTN, STIS, SBMPTN, STAN, and SENYUM UNLAM?

    July 25, 2013

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    May 14, 2018
  • Ocehan

    Apa Kabar Nalar dan Naluri

    November 7, 2017 /

    Semakin hari rasanya Porto semakin dingin saja. Tak perlu lagi menunggu pukul delapan malam untuk matahari kembali ke peraduannya. Karena matahari yang selalu dirindukanini harus pulang lebih cepat dari biasanya. Setidaknya lebih cepat ketimbang saat pertama kali jejak kaki menghias jalan setapak kota porto. Pekat malam kota kecil ini pun rasanya tak begitu istimewa, setidaknya bagi seorang insan yang hanya mampu berlindung di balik sebuah selimut tebal. Bersandar di tembok putih dengan menatap sebuah gorden hitam putih berpola. Tatapannya pun kosong, tak ada kemeriahan, aroma kebahagiaan ataupun alunan musik. Cukup sepi, hanya ada suara deru mobil berlalu-lalang. Saya tak benar-benar sendiri. Walau tak beraga, setidaknya ada dua insan yang berbeda…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 0 Comments

    You May Also Like

    Mendambakan Dibahagiakan Kebahagian Yang Membahagiakan

    July 2, 2016

    Memaklumi Alasan Klasik Mahasiswa

    January 9, 2019

    Unek-Unek Untuk Operator Seluler

    July 30, 2015
  • Ocehan

    Jejak Kaki Pertama di Benua Biru

    September 28, 2017 /

    Goresan merah di atas selembar kertas putih itu masih terpampang jelas. Gue masih ingat betul bagaimana semangatnya gue membuat seratus mimpi itu sebagai bukti bahwa kelak mimpi-mimpi itu akan tercoret habis. Pertanda bahwa gue berhasil menyelesaikan apa yang gue ingin dan akan lakukan. Gak melulu soal mimpi besar, gue juga masih berkutat dengan mimpi-mimpi kecil nan konyol -yang dimata orang lain- mungkin sama sekali tak berfaedah. Gak apa-apa, toh usaha untuk mencapai itu juga punya kita sendiri. Baca juga: Berani Bermimpi Kan? Kali ini, gue masih kembali memutar ingatan bahwasanya tiga tahun yang lalu gue juga punya mimpi besar lain. Kuliah di luar negeri adalah hal yang paling gue idamkan…

    read more
    Muhammad Ridha Tantowi 4 Comments

    You May Also Like

    Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

    September 14, 2017

    Drama Kenaikan Tarif & Penghapusan Bagasi Gratis Maskapai Bertarif Rendah

    January 13, 2019

    Berhenti Ngevlog Akibat Kebijakan Baru Youtube

    February 12, 2018
Newer Posts 

ABOUT AUTHOR


An architecture & fire engineering graduate and currently working in England, United Kingdom. Let's make our every second count!

Tags

Arsitektur Beasiswa Blog Blogger Cerita Desain Eropa Gagal Graduate Gratis indonesia ITS Jakarta Jerman JKT48 Kalimantan Selatan Kampung Inggris Kampus Kehidupan Keluarga Kuliah Liburan Life Luar Negeri Mahasiswa Member Opini Pare Pendidikan Pengalaman Perjalanan Porto Portugal PTN SBMPTN Sekolah SMA SMP SMP Hasbunallah Story Surabaya Tanjung Tiket Transportasi Wisata

Archives

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Categories

  • Arsitektur
  • Blogging
  • English
  • Fenomena
  • General
  • JKT48
  • Ocehan
  • Opini
  • Sains & Teknologi
  • Sastra
  • Seni
  • Stories
  • Tutorial
  • Ulasan

Recent Posts

  • Tidak Ada Yang Berubah Dari Langit Malam Ini
  • Bangkit Dari Mati Suri
  • Kemenangan Kecil di Hari Natal
  • Hasil Perkalian Kosong
  • Belajar Cara Belajar dari JKT48

Recent Comments

  • Munir on Rekomendasi Tempat Menyendiri di Luar Negeri
  • Surya Adhi on How To Live Like Swedes
  • Ways to be Heard and Seen | Ridha Tantowi's Personal Blog on Our Journey To Jakarta
  • Muhammad Ridha Tantowi on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
  • Axel Hoge on The Thing That Annoys Me Most in Sweden
Copyright © 2026 dilangitbiru.com All Rights Reserved.
Ashe Theme by WP Royal.