Stories
-
Kejenuhan Yang Memuncak
Sudah kurang lebih empat bulan berada, tinggal di kota ini. Selama itu ada tekad tuk menempatkan diri menjadi mahasiswa seutuhnya. Konon katanya, mereka adalah mahasiswa yang penuh dengan hiruk-pikuk kesibukan kampus. Mahasiswa yang berangkat pagi, pulang dini hari, bahkan hingga menginap sekalipun. Definisi yang dulu diciptakan di pikiran, rupanya tidak semata bualan. Mereka, mahasiswa, memang benar adanya begitu. Kampus seakan menjadi dunia baru bagi mahasiswa untuk mengeksploitasi dirinya sembari merantau jauh, bagi yang merantau) tanpa takut sedetik pun ada waktu terbuang percuma. Tidak ada jeda.
-
Dua Kali Skak Mat
Cukup lama saya tidak lagi berceloteh disini. Ada kiranya satu setengah bulan yang lalu saya sedikit berbagi. Itupun hanya sebatas kutipan isi hati yang sangat mengganjal, jadi kudu diluapkan disini. Hehe Dan kali ini saya rasa adalah suatu momen yang pas untuk kembali bercerita. Setidaknya kegiatan sehari-hari saya yang tidak lagi semuanya bisa direkam lewat tulisan. Tempo hari tepatnya pada Senin (30/3), kembali saya mendapat direct hit dari seorang dosen berinisial Atun. (Iyaa ini sungguh inisial) Ia adalah seorang dosen dari kelas Dasar Desain Arsitektur 2 yang sudah berumur. Kurang lebih sudah mengabdikan dirinya sekita 40 tahun mengajar di Jurusan Arsitektur ITS. Jadi bisa dibayangkan sendiri kira-kira berapa umur beliau…
-
Keluh, Jenuh
Putaran roda sepeda ini semakin jauh semakin cepat rasanya. Kaki yang yang mengayuh pedal tak lagi merasakan adanya energy terbuang. Melintasi jalan, gang, hingga harus menelusup di jalan sempit dimana orang-orang sedang bertransaksi jual-beli. Tetesan demi tetesan air jatuh membasahi sekujur tubuh. Cuaca sedang tidak bersahabat. Tadinya hanya gemuruh ringan saja. Namun tiba-tiba angin berhembus begitu kencang hingga mampu menjatuhkan dedaun, pun terhadap langit yang mulai menumpahkan sedikit demi sedikit karunianya. Dengan memikul tas unggung yang lumayan berat, saya harus pula menenteng sebuah totebag berisikan sketchbook dan peralatan gambar. Sepanjang perjalanan pulang, saya memikirkan akan nikmatnya jikalau saya sedang tidak mengalami ‘ini’. Rasa yang saya yakin tiap orang pasti memiliki.…
-
Tanjakan Kehidupan
Setiap detik usia bertambah tua dengan sendirinya. Diri kita pun menjadi seorang yang terus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. Tak peduli sesingkat apa yang kita rasa. Namun faktanya perputaran waktu tidak bisa dihentikan, pun sel-sel yang berada di dalam tubuh kita tak dapat ditekan pembelahannya. Sering, ketika sedang menunggu momen yang diidam-idamkan. Perputaran waktu terasa begitu lama dan keadaan seakan sedang diatur sedemikian rupa untuk diperlambat alunannya. Sebaliknya, kegiatann yang rutin kita lakukan, bahkan yang kita sukai akan sangat cepat berlalu. Hingga tanpa disadari sekalipun keberadaannya. Yang tumbuh dan berkembang tentu bukan hanya yang kasat mata saja. Tumbuhan yang dengan mata telanjang tidak terlihat bergerak pun juga tumbuh. Bakteri…
-
Lembar Baru
Gerimis di pagi ini seakan penanda lembar baru akan segera dimulai. Masih redup. Sang mentari seperti masih sungkan mengeluarkan sinarnya. Diliputi kabut awan. Tidak juga dingin. Yang ada hanya gemercik suara tetesan air yang jatuh ke tanah. Bau tanah. Ini, bukan hari spesial. Hanya saja, ada secercah jalan terbuka hari ini. Jalan saya dalam menata mimpi dan cita-cita saya empat tahun kedepan. Hari dimana semuanya akan menjadi baru bagi saya. Dengan harapan baru akan bisa selalu lebih maju. Meski sudah melewati satu semester perkuliahan. Saya bahkan masih merasa seperti anak ingusan yang belum mengerti jalan hidup saya kelak di Jurusan ini. Yang saya tahu adalah bagaimana menciptakan estetika, kepekaan, komposisi,…













